logo


Listrik Subsidi Dicabut, PLN Kebanjiran Komplain

Guna memproses komplain para pelanggan, PLN pun tengah mendata ulang para pelanggan listrik yang berhak atau tidak menikmati listrik bersubsidi tersebut.

13 Juni 2017 03:11 WIB

Dirut PLN Sofyan Basir.
Dirut PLN Sofyan Basir. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT PLN (Persero) mendapat komplain dari 54.000 pelanggan menyusul pencabutan subsidi listrik 900 volt ampere (VA).

Guna memproses komplain para pelanggan, PLN pun tengah mendata ulang para pelanggan listrik yang berhak tetapi tidak menikmati listrik bersubsidi tersebut.

"TNP2K sedang mendata ulang soal berhak atau tidaknya 54.000 pelanggan tersebut mendapatkan subsidi listrik. Mereka komplain karena masuk kategori masyarakat miskin. Itu yang sedang kami follow up sekarang," ujar Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (12/6).


Pengembangan Limbah Pertanian untuk Energi Listrik Belum Bisa Dipraktikkan

"Bila prosesnya selesai dan dinyatakan berhak, maka PLN memastikan tidak akan mencabut subsidi 900 VA kepada 54.000 pelanggan listrik tersebut," tambahnya.

Menurut Sofyan, selama ini masih banyak masyarakat miskin yang tidak memiliki kartu miskin sehingga dianggap tidak layak mendapatkan subsidi listrik tersebut.

"Mungkin ada yang belum putus datanya dari kelurahan, data miskinnya belum ada, kartunya belum ada. Nah, sekarang ini misalkan telah diperiksa, ternyata dia datang ke kelurahan, minta kartu miskin, baru dapat," paparnya.‎

Sebelumnya, PLN menegaskan tidak memiliki rencana menaikkan tarif atau mencabut subsidi pengguna listrik golongan 450 VA. PLN hanya memutuskan untuk mencabut subsidi listrik pelanggan 900 VA lantaran tidak berhak mendapatkan subsidi.

Agar Listrik di Sumbawa Lebih Andal, PLN Garap Beberapa Pembangkit

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Riana