logo


Jangan Pakai Jersey Barcelona Jika Tak Ingin Dipenjara 15 Tahun

Bagi pecinta sepakbola tentu memahami tentang peraturan tersebut. Mengingat, Messi cs atau Barcelona selama ini disokong pendanaan (sponsor) dari Qatar Airways.

12 Juni 2017 01:45 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Bagi para pecinta klub sepak bola Barcelona di wilayah negara-negara Teluk jangan coba-coba mengenakan jersey asal Catalan itu jika tak ingin didenda. Setidaknya aturan tersebut berlaku di Arab Saudi pasca ketegangan hubungan Qatar dengan sejumlah negara-nagara Arab.

Barang siapa melanggar, maka harus siap menggelontorkan dana sekitar 120 poundsterling atau setara dengan Rp 2 miliar serta ditambah hukuman penjara 15 tahun. Hal yang demikian itu dimuat Media Inggris Daily Mail.

Bagi pecinta sepakbola tentu memahami tentang peraturan tersebut. Mengingat, Messi cs atau Barcelona selama ini disokong pendanaan (sponsor) dari Qatar Airways. Setidaknya dalam kurun empat tahun terakhir, Barcelona memajang logo Qatar Airways di jersey mereka. Meski begitu, kabarnya, jersey Barcelona hari ini hingga empat tahun ke depan bakal diisi oleh pengecer online asal Jepang Rakuten.


Berkomunikasi dengan Menlu Terkait Qatar, Indonesia Siap Berkontribusi

Sejumlah negara Timur Tengah, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Yaman memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka menuduh Doha mendukung terorisme. Langkah ekstrem diambil Arab Saudi dkk dengan memberlakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar. Arab Saudi juga merilis daftar 59 individu dan 12 kelompok amal di Qatar yang diduga terkait dengan kelompok teroris.

Pelarangan penggunaan jersey Barcelona rupanya bukan isapan jempol belaka. Media Italia Sky mengabarkan bahwa pendukung Barcelona yang mengenakan jersey dengan logo Qatar Airways sedang menghadapi tuntutan denda dan hukuman kurangan 15 tahun.

Barcelona rupanya bukanlah satu-satunya tim yang terkena imbas dari krisis Qatar tersebut. Klub asal Perancis, Paris Saint-Germain (PSG) juga menghada[i masalah serupa, yakni terkait kesepakatan sponsor kaos mereka dengan Emirates.

Maskapai penerbangan nasional Uni Emirat Arab telah menghentikan penerbangan ke Qatar, tanah air pemilik PSG, namun klub tersebut mengatakan kepada Le Parisien: "Ini tidak akan berpengaruh pada klub, tidak ada kekhawatiran."

Dukung Kepentingan Dunia Islam Jadi Dosa Qatar di Mata Saudi cs

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah