logo


Ada Aksi 96, Djarot: Tidak Perlu Turun ke Jalan

Pasalnya, aksi turun ke jalan nantinya dikhawatirkan akan menghambat lalu lintas.

9 Juni 2017 11:40 WIB

Djarot Saiful Hidayat memberikan keterangan pers.
Djarot Saiful Hidayat memberikan keterangan pers. Beritajakarta.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, angkat bicara terkait acara Aksi Bela Ulama 96 yang digelar hari ini, 9 Juni 2017. Menurut Djarot, massa aksi sebaiknya tidak memenuhi jalanan agar tidak mengganggu ketertiban umum. Ia pun menyarankan massa untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat di dalam ruangan.

"Ini kan bulan puasa. Lebih baik berdoa saja di dalam masjid atau musala. Berdoa untuk bangsa Indonesia. Aksi damai tidak perlu turun ke jalan," kata Djarot, di Balai Kota Jakarta, Jumat (9/6).

Permintaan Djarot tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, aksi turun ke jalan nantinya dikhawatirkan akan menghambat lalu lintas. Warga pun akan menjadi tidak nyaman dan leluasa dalam menjalankan aktivitasnya.


Rizieq Sebut Negara Darurat Kebohongan, PKS: Sikap Kritis dan Analitis Beliau Selalu Ada

"Kalau sampai turun ke jalan itu mengganggu lalu lintas. Kita juga harus saling menghormati sesama. Lisan dan hawa nafsu juga dijaga selama bulan Ramadan," tambahnya.

Aksi Bela Ulama 96 sendiri disebut sebagai pengawal rangkaian tabligh akbar dalam rangka menyambut kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia. 

Akan tetapi, aksi tersebut terkendala proses perizinan dari pengurus Masjid Istiqlal, yang pada awalnya memang direncanakan menjadi titik atau pusat berkumpulnya massa. Masjid tidak dapat digunakan karena pihak Masjid Istiqlal telah memiliki agenda sendiri yang akan dilaksanakan usai salat Jumat. 

Tanggapi Politikus PDIP, Pengacara Rizieq: Tolong Urusin Dulu Harun Masiku

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari