logo


PP Muhammadiyah Beberkan Tiga Kesalahan Jaksa Kasus Ahok

Dikatakan Pedri, seharusnya JPU sejak awal tidak mengajukan banding atas vonis Ahok tersebut

9 Juni 2017 05:30 WIB

Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman.
Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda (PP) Muhammadiyah, Pedri Kasman, angkat suara terkait keputusan kejaksaan yang akhirnya mencabut memori banding kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang telah diajukan ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Dikatakan Pedri, seharusnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) sejak awal tidak mengajukan banding atas vonis Ahok tersebut. Karena menurut dia, hal itu justru membuat buruk citra penegakan hukum.

"Jadi jika dari awal ini disadari, maka bisa membuat wajah kejaksaan jadi tidak buruk," cetus Pedri di Jakarta, Kamis (8/6).


Soal Ahok Cabut Banding, Lulung: Itu kan Hak Dia

Sepenilaian Pedri, JPU sedikitnya memiliki tiga kesalahan dalam menangani kasus Ahok. Kesalahan pertama, kata Pedri, JPU menunda pembacaan tuntutan terhadap Ahok lantaran takut mengganggu stabilitas Pilkada DKI Jakarta.

"Yang kedua, tuntutan yang sangat lemah, ketiga ikutan membuat banding dan tidak segera mencabutnya begitu tim dari Ahok mencabut," tukas Pedri.

Lebih jauh, Pedri pun berharap Ahok dapat segera dipindahkan kembali ke LP Cipinang agar tak muncul kesan diistimewakan.

"Dengan JPU sudah mencabut banding, maka berarti perkaranya sudah inkracht. Segera kembalikan Ahok ke Lapas Cipinang, agar tak ada kesan Ahok masih terus diistimewakan," ‎pungkas Pedri.

 

Drama Banding Ahok Telah Berakhir

Halaman: 
Penulis : Riana