logo


Kapolda Metro: Saya Berdosa Jika Ada Kriminalisasi Ulama

Masyarakat diminta untuk tidak terus-terusan mengaitkan proses hukum yang sedang berlangsung terhadap sejumlah ulama sebagai bentuk kriminalisasi.

8 Juni 2017 15:58 WIB

Irjen Pol M Iriawan.
Irjen Pol M Iriawan. ntmcpolri.info

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M. Iriawan, kembali menegaskan bahwa Kepolisian tidak pernah berniat melakukan tindakan kriminalisasi terhadap para ulama seperti yang telah banyak ditudingkan terhadap institusinya belakangan ini.

Ia meminta masyarakat untuk tidak terus-terusan mengaitkan proses hukum yang sedang berlangsung terhadap sejumlah ulama, termasuk yang paling santer diberitakan adalah kasus chat porno Habib Rizieq, sebagai tindakan kriminalisasi.

"Peristiwanya ada, apa pun itu pemerintah tidak takut ditekan. Saya ditekan, diancam, nggak masalah. Tidak ada kriminalisasi. Saya berdosa kalau ada. Ini penegakan hukum, jangan lakukan justifikasi," kata Iriawan, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/6).


Presidium Alumni 212 Gelar Aksi Bela Ulama 9 Juni

Selain itu, Iriawan juga kembali menekankan bahwa kasus yang menimpa Habib Rizieq bukan bentuk kriminalisasi ulama karena terdapat sejumlah saksi dan barang bukti yang menjadikan suatu proses hukum itu berjalan.

"Kita lihat saja proses hukumnya. Rasanya terlalu naif kalau sampai melakukan kriminalisasi atau rekayasa. Itu saksinya saja ada 52 atau berapa, saksi ahlinya ada 26. Nggak gampang lho itu," katanya lagi.

Sementara itu, Iriawan juga meminta massa yang disebut akan melakukan Aksi Bela Ulama pada tanggal 9 Juni untuk mengurungkan niatnya. 

"Sudah saja, tadarusan, kemudian doa-doa saja semoga situasi tertib, pangan banyak, rakyat sejahtera," ujarnya.

Habib Rizieq Masih di Luar Negeri, Kapolda Metro: Beliau WNI, Pasti Kangen Pulang

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari