logo


Kejagung UEA Larang Warganya Simpati kepada Qatar di Medsos

Masa kurungan 15 tahun penjara diikuti dengan denda sebesar USD 136.000 (Rp 1,8 miliar) bakal menanti para netizen di negara tersebut.

8 Juni 2017 00:30 WIB

istimewa

ABU DHABI, JITUNEWS.COM - Negara-negara yang bersikap untuk menutup hubungan diplomasi dengan Qatar menetapkan aturan yang melarang penduduknya untuk melakukan upaya pembelaan terhadap negara yang rencananya bakal menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 tersebut.

Adalah Uni Emirat Arab (UEA) yang menentapkan aturan tegas bagi warganya agar tak melontarkan upaya simpati atau pun pembelaan terhadap Qatar meskipun hanya di ruang media sosial.

Bagi yang melanggar, pemerintah UEA bakal mempenjarakan warganya yang mengekspresikan simpati mereka kepada Qatar karena pengucilan oleh sejumlah negara Arab. Masa kurungan 15 tahun penjara diikuti dengan denda sebesar USD 136.000 (Rp 1,8 miliar) bakal menanti para netizen di negara tersebut.


43 Ribu WNI di Qatar Diharap Tak Ikut Timbun Makanan

Seperti yang diberitakan Al Jazeera, Rabu (7/6) bahwa Kejaksaan Agung UEA telah menyatakan kebijakan pelarangan bersekpresi simpati untuk Qatar.

Tak hanya itu surat kabar Gulf News dan televisi pan-Arab, Al-Arabiya, yang berbasis di Abu Dhabi, otoritas UEA telah melarang warganya untuk mempublikasikan ungkapan simpati kepada Qatar.

Bila ternyata ada warganya yang melanggar, maka penjara selama-lamanya 15 tahun adalah konsekuensinya.

Lihat saja saat Jaksa Agung UEA Hamad Saif Al Shamsi yang menegaskan bahwa menyatakan simpati untuk Qatar adalah sebuah kejahatan siber yang bisa dikenai hukuman.

"Tindakan keras dan tegas akan diambil terhadap siapa pun yang menunjukkan simpati atau bias apapun terhadap Qatar, atau terhadap siapapun yang keberatan dengan posisi UEA, apakah melalui sarana media sosial, atau jenis tulisan apa pun, baik bentuk visual atau verbal," demikian ucap Shamsi.

Jaksa Penuntut Umum Federal juga mengumumkan bahwa menurut UU Hukum Pidana Federal dan keputusan UU Federal tentang Pemberantasan Kejahatan Teknologi Informasi, siapa pun yang mengancam kepentingan, persatuan nasional dan stabilitas UEA akan menghadapi hukuman penjara tiga sampai 15 tahun dan denda tidak kurang dari Rp 1,8 miliar.

400 Ribu Supir Asal Nepal Menganggur Akibat Penguculian Terhadap Qatar

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah