logo


Menteri Perindustrian Sebut Indonesia Sedang Berperang di Persaingan Global

Industri batik memegang peranan penting dalam ekonomi nasional.

8 Juni 2017 02:30 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang berperang di persaingan global dalam menjadikan batik sebagai mainstream perkembangan fesyen dan gaya hidup, baik di dalam negeri maupun di pasar global.

"Batik ini menjadi ujung tombak tekstil yang berbasis budaya asli Indonesia yang mendapatkan pengukuhan dari dunia," kata Airlangga kepada Jitunews.com, di Jakarta, Rabu (7/6).

Ketua Komisi VII DPR RI periode 2006-2009 ini melanjutkan, industri batik memegang peranan penting dalam ekonomi nasional, baik sebagai penyedia lapangan pekerjaan sekaligus penyumbang devisa.


Pilih Warna Alam, Batik Mampu Bersaing di Pasar Global

"Industri batik juga mendominasi industri kecil yang tersebar dari 101 sentral, juga menyerap 15 ribu orang. Nilai ekspor pada tahun 2016 hampir mencapai Rp149,9 juta dengan pasar utama Jepang, Amerika Serikat dan Eropa," katanya.

Industri batik nasional, lanjut Airlangga, memiliki daya saing komparatif serta kompetitif yang mana Indonesia menjadi market leader dalam perdagangan batik dunia.

"Ataupun market-nya pakaian jadi sekitar Rp442 miliar," pungkasnya.

Telah diberitakan Jitunews.com sebelumnya, Gelar Batik Nusantara 2017 memberikan penghargaan tertinggi Kriya Pusaka untuk Alm Siti Hartinah Soeharto.

Kemudian, Dudung Alie Syahbana dari Pekalongan menyabet penghargaan Generasi Muda Penerus Cita-Cita Leluhur.

Selanjutnya, Yayasan Batik Indonesia memberikan penghargaan bagi Penjaga Tradisi kepada Taslima (49), Warti (79), dan Slamet (76).

Setelah Jabar, Menhub Tinjau Arus Mudik di Jateng Hari Ini

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Nugrahenny Putri Untari