logo


Trump Senang Terhadap Langkah Arab Saudi Musuhi Qatar

Terkait makanan, meski kaya Qatar nyatanya sangat bersandar kepada negara-negara yang belakangan malah memutuskan hubungan diplomat.

7 Juni 2017 14:47 WIB

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud (kanan) bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Royal Court di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (20/5/2017).
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud (kanan) bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Royal Court di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (20/5/2017). Reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Posisi Qatar sangat tidak menguntungkan setelah enam negara Timur Tengah memutuskan untuk tidak merajut diplomasi dan satu negara dari luar kawasan yakni Maladewa. Tudingan bahwa Qatar kerap mendukung kelompok-kelompok teroris membuat salah satu negara kaya di dunia itu kini dimusuhi.

Seperti disampaikan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al Jubeir, bahwa untuk bisa memperbaiki situasi politik yang memanas, Qatar bisa memulainya dengan menghentikan dukungan kepada Hamas.

"Kami memutuskan untuk membuat semua ini jelas," kata Al-Jubeir.


Trumph Simpulkan Kesan Mendukung Qatar Terisolasi

Jika kondisi yang mengisolir Qatar terus berjalan panjang, maka pertumbuhan ekonomi yang belakangan melejit bakal tinggal kenangan. Betapa tidak, komoditas andalan yang selama ini mengisi kas keuangan Qatar seperti minyak mentah, logam dan makanan bakal mengalami guncangan.

Terkait makanan, meski kaya, Qatar nyatanya sangat bersandar pada negara-negara yang belakangan malah memutuskan hubungan diplomatik. Sehingga menjadi logis jika penduduk Qatar berbondong-bondong berbelanja ke super market untuk menimbun bahan makanan.

Qatar pun tak lagi mendapat kiriman makanan. Sebuah perusahaan pelayaran terbesar di dunia, Maersk Line, kini tak lagi mengirim dan menerima barang apa pun dari dan ke Qatar. Mengingat, untuk masuk ke Qatar segalanya dimulai dari Pelabuhan Jebel Ali di Uni Emirat Arab (UEA) yang berada di Arab Saudi. Belakangan Jordan juga ikut memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar yang ditandai dengan pencabutan lisensi Al-Jazeera TV.

Di tempat lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, malah mengaku senang dengan pemutusan hubungan diplomatik Qatar oleh sejumlah negara Timur Tengah.

"Sangat senang mengetahui kunjungan ke Arab Saudi menemui Raja dan 50 negara lain membuahkan hasil," demikian tulis Trump dalam akun Twitternya.

"Mereka berjanji akan mengambil langkah keras terhadap pendanaan ekstremisme dan semua menunjuk Qatar. Mungkin ini akan menjadi awal berakhirnya horor terorisme," ucap Trump dalam kicauan selanjutnya.

Seperti diketahui,  pada hari Senin, tanggal 5 Mei 2017, negara-negara seperti Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar dan menutup semua perbatasan dengan negeri itu.

Mereka menuduh negeri kecil tersebut menampung kelompok-kelompok ekstrem dan mendukung agenda Iran, musuh bebuyutan Arab Saudi.

Hubungan Qatar dengan tetangga-tetangganya memang tidak terlalu baik tetapi langkah Arab Saudi ini sangat mengejutkan. Para pengamat khawatir krisis diplomatik ini akan menambah ketidakstabilan kawasan yang terus bergolak itu.

Arab Saudi Tunggu Qatar Ambil Langkah yang Benar

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah