logo


Fatwa MUI Soal Medsos Dinilai Positif

Dikeluarkanya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Muamalah Melalui Media Sosial merupakan hal yang sangat positif.

7 Juni 2017 14:10 WIB

Ilustrasi media sosial.
Ilustrasi media sosial. Pixabay

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta menilai dikeluarkanya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Muamalah Melalui Media Sosial merupakan hal yang sangat positif.

"Harus diakui literasi media sosial masyarakat Indonesia secara umum belum cukup baik, masyarakat mudah menyebarkan konten yang tidak jelas sumbernya dan kemanfaatannya. Kondisi ini yang kemudian dimanfaatkan pihak tertentu untuk membuat konteks hoaks yang dengan mudahnya tersebar luas," ujarnya di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (7/6).

Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh MUI harus didukung, mengingat hal ini sangat baik jika ormas keagamaan dan ormas masyarakat bisa membuat hal serupa sehingga ini menjadi agenda yang luas/ massive mengajak masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial.


Polisi Tegaskan Aksi Begal Bermodus 'Setan Pocong' di Depok adalah Hoax

Terkait rekomendasi MUI dalam fatwa yang meminta pemerintah dan DPR merumuskan peraturan perundang-undangan untuk mencegah konten informasi yang bertentangan dengan norma agama, keadaban hingga persatuan.

Politisi PKS ini mengatakan bahwa hal tersebut secara jelas diatur di dalam UU ITE. Dia mencontohkan, di dalam Pasal 27 UU tersebut terdapat larangan untuk menyebarkan konten yang memiliki muatan melanggar kesusilaan. Juga ada larangan menyebarkan konten yang bermuatan perjudian, pencemaran nama baik, pemerasan termasuk konten yang dapat membahayakan persatuan.

"Di dalam UU ITE juga telah diatur ancaman hukuman terhadap penyebaran konten yang membahayakan tersebut. Sebagai sebuah lembaga keagamaan Fatwa MUI ini tentu akan memberikan dorongan secara kultural agar masyarakat lebih patuh terhadap peraturan perundangan yang berlaku. Sekali lagi ini sangat positif dan perlu didukung," pungkasnya.

Mereka yang Jadi Korban Hoax Usai Insiden Bom Kampung Melayu

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan