logo


Pemerintah Cenderung Abaikan Harga Pangan yang Bukan Target

"Pemerintah selalu hanya fokus pada komoditas-komoditas tertentu, sementara sejumlah komoditas pangan lain yang bukan menjadi targetnya cenderung diabaikan," demikian kata Daniel Johan.

6 Juni 2017 15:30 WIB

Pedagang jengkol menunggu pembeli.
Pedagang jengkol menunggu pembeli. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan menilai bahwa langkah pemerintah dalam menjaga kestabilan harga pangan selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri yang akan datang masih belum menyeluruh.

Pasalnya, terus naiknya harga sejumlah komoditas pangan yang bukan target pemerintah mengindikasikan bahwa pemerintah belum menyeluruh dan total dalam menjaga harga pangan di pasar.

"Pemerintah selalu hanya fokus pada komoditas-komoditas tertentu, sementara sejumlah komoditas pangan lain yang bukan menjadi targetnya cenderung diabaikan," demikian kata Daniel Johan di Jakarta, Selasa (6/6).


Kurangnya Produksi Berdampak Pada Naiknya Harga Jengkol, Ini Kata Mentan

Lebih lanjut, ia kemudian mencontohkan kenaikan harga jengkol yang sampai saat ini sudah mencapai Rp100.000 per kg. Menurutnya tingginya harga jengkol di pasar saat ini karena komoditas tersebut bukan menjadi target pemerintah dan diabaikan.

"Pemerintah selalu mengatakan bodo amat dengan harga jengkol, nyatanya kenaikan harga jengkol saat ini sangat berdampak juga pada inflasi," demikian katanya.

Menurutnya, sangat keliru kalau pemerintah hanya fokus pada komoditas tertentu dan mengabaikan komoditas pangan yang lain.

"Keliru kalau pemerintah hanya fokus pada komoditas tertentu saja dan mengabaikan yang lain. Tugasnya adalah menjaga harga pangan di pasar, untuk semua komoditas, bukan hanya komoditas tertentu," ujarnya.

Seperti diketahui harga jengkol saat ini sudah mencapai Rp100 per kg, dan dampak lanjutan dari kenaikan harga jengkol tersebut adalah pada kenaikan inflasi yang terjadi selama bulan mei secara keseluruhan mencapai 0,39 persen.

Sementara komoditas Jengkol ikut memberi sumbangan pada kenaikan inflasi mencapai 0.01 persen.

Jengkol Ikut Kerek Inflasi, YLKI: Pemerintah Meremehkan Kenaikan Harga Jengkol

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah