logo


DPR: Kenaikan Harga Telur dan Ayam Tidak Akan Terjadi Secara Signifikan

Tidak ada kenaikan harga secara signifikan lantaran stok ayam dan telur masih berlimpah.

6 Juni 2017 14:47 WIB

Pedagang merapikan telur dagangannya.
Pedagang merapikan telur dagangannya. Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan mengatakan bahwa kenaikan harga telur dan ayam saat ini tidak akan terjadi secara signifikan. Pasalnya kenaikan ini hanya terjadi saat momen bulan Ramadhan dan Idul fitri.

“Kenaikan ini terjadi karena melonjaknya permintaan konsumsi masyarakat selama bulan Ramadhan ini dan setelah itu pasti anjlok lagi. Dan itu pun kenaikannya tidak akan terjadi secara signifikan,” demikian kata Daniel Johan di Jakarta, Selasa (6/6).

Menurutnya saat ini stok telur ayam dan ayam dari peternak, baik peternak mandiri maupun para peternak besar (Integrator) sangat banyak.


Jaga Kestabilan Harga Telur dan Ayam, Kemendag Panggil Para Integrator

“Stok peternak itu cukup banyak, saat banyaknya permintaan konsumsi seperti ini memberi keuntungan bagi para peternak, tetapi saat-saat lain para peternak juga sering berteriak karena harga terus anjlok dan bahkan karena terjadi kelebihan pasokan maka dilakukan Afkir dini Grand Parent stocknya (GPS),” jelasnya.

Menurutnya kenaikan harga telur dan ayam saat ini tidak akan memberi dampak yang cukup signifikan terhadap pasar.

“Karena stok telur dan ayam kita cukup banyak, maka dari sisi stok kita aman dan bahan berlebih, jadi kenaikan harga saat ini tidak akan bertahan lama dan pasti akan kembali normal,” ujarnya.

Guna menjaga konsumen, politisi PKB tersebut meminta pemerintah untuk bisa menjaga dan memantau proses pergerakan harga tersebut dan melakukan pengawasan di pasar, guna memantau penyebab utama kenaikan harga tersebut.

“Tentunya pemerintah tidak juga membiarkan kenaikan harga ini terus terjadi, langkah pengendalian juga harus mulai dilakukan dengan tetap mempertimbangkan peternak, pedagang dan juga konsumen,” pungkasnya.

Daniel Johan: Pemerintah Cenderung Mengabaikan Harga Pangan yang Bukan Target

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Ratna Wilandari