logo


Herdy Sebut Alat Komunikasi VVIP RI-1 dan RI-2 Abal-Abal, Rachel Maryam Bereaksi

Rachel Maryam menilai pernyataan Herdy merupakan pernyataan serius yang harus diverifikasi kebenarannya.

6 Juni 2017 13:51 WIB

Anggota Komisi I DPR RI, Rachel Maryam.
Anggota Komisi I DPR RI, Rachel Maryam. berdemokrasi.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Penyadapan oleh intel Australia terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan orang-orang di ring 1 Istana pada tahun 2013 lalu mulai terkuak. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT berdikari Mandala Putra, Herdy Setianto.

Herdy merupakan importir alat-alat komunikasi tersebut. Ia mengatakan terjadinya penyadapan itu dikarenakan alat komunikasi impor yang digunakan dibeli secara serampangan.

Anggota Komisi I DPR RI, Rachel Maryam, menilai pernyataan Herdy merupakan pernyataan serius yang harus diverifikasi kebenarannya.


Begini Pendapat Prabowo Soal Isu Penyadapan

"Pernyataan Hardy Setianto harus ditanggapi dengan serius," ujarnya kepada Jitunews.com, Selasa (6/6).

Menurutnya, apabila pernyataan Hardy bisa dibuktikan kebenarannya, maka diyakini hal tersebut dapat menjadi pintu masuk oleh pemerintah untuk membongkar praktik-praktik pengadaan barang impor alat komunikasi VVIP yang dilakukan secara serampangan.

"Hal ini perlu disikapi serius, karena apabila benar ini terjadi, selain tentunya merugikan keuangan negara, tetapi juga sangat membahayakan rahasia negara karena alat komunikasi VVIP yang menggunakan adalah orang-orang penting negara (presiden dan wakil presiden) yang tentunya harus steril dan terjaga kerahasiaannya," pungkasnya.

 

Alat Komunikasi VVIP RI-1 dan RI-2 Diduga Abal-Abal

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugrahenny Putri Untari