logo


Kemendag Sebut OP Mampu Menjaga Stabilisasi Harga Pangan

Langkah operasi pasar (OP) terbukti mampu stabilkan harga bawang putih pada saat ada kenaikan di pasar.

6 Juni 2017 12:09 WIB

Sejumlah pembeli mengantri saat Operasi Pasar.
Sejumlah pembeli mengantri saat Operasi Pasar. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Dirjen Perdagangan dalam negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Tjahya Widayanti, mengatakan bahwa Operasi Pasar (OP) mampu menjaga dan menstabilkan harga pangan di pasar.

“Langkah OP ini cukup efektif dalam menjaga dan menstabilkan harga pangan di pasar. Kalau ada komoditas pangan yang bergejolak kita langsung turun ke pasar,” demikian kata Tjahya Widayanti di Jakarta, Selasa(6/6).

Lebih lanjut, ia mengatakan pada saat harga bawang putih mengalami pergolakan harga di pasar, pihaknya langsung melakukan OP di Pasar Minggu Jakarta Selatan.


Kurangnya Produksi Berdampak Pada Naiknya Harga Jengkol, Ini Kata Mentan

“Kita turunkan 4 ton bawang putih di Pasar Minggu Jakarta Selatan. Teman-teman pelaku usaha menjual dengan harga Rp 29.000 per kilogram ke konsumen langsung dan Rp 27.000 per kilogram ke pedagang,” ujarnya.

Ia mengatakan dengan OP tersebut saat ini harga sudah kembali stabil di pasar. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa untuk tetap menjaga kisaran harga bawang putih, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan para pedagang di pasar.

“kita sudah lakukan kesepakatan dengan mereka untuk tidak menjual bawang putih di atas harga yang sudah kita sepakati bersama yakni Rp 30.000 per kilogram di pasar tradisional dan Rp 35.000 per kilogram di pasar ritel modern,” jelasnya.

Untuk menjaga ketersediaan dan stok bawang putih pihak Kementerian Perdagangan sudah melakukan kerja sama dengan 26 pelaku impor bawang putih. Ke 26 importir tersebut akan siap memasok bawang putih ke tanah air hingga mencapai 16.000 ton.

Jengkol Ikut Kerek Inflasi, YLKI: Pemerintah Meremehkan Kenaikan Harga Jengkol

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Ratna Wilandari