logo


Inggris Hadapi Level Bahaya Berbeda Setelah Serangan London Bridge

Perubahan tersebut dapat mencakup polisi, MI5, elemen-elemen masyarakat, perusahaan teknologi, hukum dan kebijakan lainnya.

6 Juni 2017 09:25 WIB

Petugas kepolisian terlihat berjaga-jaga di Jembatan Southwark setelah serangan teror di dekat Jembatan London, Inggris.
Petugas kepolisian terlihat berjaga-jaga di Jembatan Southwark setelah serangan teror di dekat Jembatan London, Inggris. Reuters

LONDON, JITUNEWS.COM - Masyarakat Inggris perlu secara radikal mengubah strateginya dalam menghentikan serangan 'jihad' sebab ancaman tersebut kini tengah berada pada tingkat bahaya yang 'sama sekali berbeda'. Hal itu diingatkan oleh perwira kontra terorisme utama Inggris.

Mark Rowley, Komisaris Polisi Metropolitan Inggris, mengatakan bahwa perubahan tersebut dapat mencakup polisi, MI5, elemen-elemen masyarakat, perusahaan teknologi, hukum dan kebijakan lainnya.

Rowley menggarisbawahi cetak birunya itu karena polisi mengakui bahwa Khuram Shazad Butt, pelaku serangan Bridge London yang digambarkan mengenakan kaos sepak bola dengan sabuk bom bunuh diri, telah diselidiki pada tahun 2015 namun dikesampingkan sebagai teroris potensial.

Namun, Asisten komisaris itu mengakui bahwa Butt telah dikategorikan tidak menimbulkan risiko serangan dua tahun lalu.

Butt, Rachid Redouane dan seorang pria ketiga yang belum diberi nama oleh polisi menabrak orang-orang dengan sebuah van di London Bridge dan kemudian menikam orang lain pada hari Sabtu malam, tanggal 3 Juni 2017. Tujuh orang terbunuh dan setidaknya 48 lainnya luka-luka. Para penyerang tewas dalam hujan tembakan dari 46 peluru yang ditembakkan oleh delapan petugas polisi.

Polisi Inggris hingga kini masih melakukan pengusutan dan pengejaran intensif terhadap jaringan pendukungnya. Serangan di London terjadi 12 hari setelah serangan bom di Manchester.

Kepada The Guardian, Rowley mengatakan,  "Dalam sembilan minggu, kami telah memiliki lima plot gagal dan tiga serangan berhasil. Itu sama sekali berbeda dengan apapun yang telah kita lihat sejak lama. Seperti disampaikan oleh Perdana Menteri, kita perlu melakukan beberapa hal secara berbeda"

"Kita harus memikirkan lagi tentang iterasi selanjutnya dari model layanan polisi dan keamanan kita, yang terus-menerus harus berinovasi selama beberapa dekade," lanjutnya.

Anwar Abbas ke Kedubes Inggris: Jangan Singgung dan Rusak Keyakinan dan Budaya Bangsa Kami

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas