logo


Kak Seto: Keluarga Jadi Berantakan Gara-gara Medsos

Dalam mengawasi medsos bagi anak-anak, saran Kak Seto, juga perlu dibentuk satuan tugas (satgas) sahabat anak di RT/RW

6 Juni 2017 07:00 WIB

Seto Mulyadi atau lebih dikenal dengan Kak Seto.
Seto Mulyadi atau lebih dikenal dengan Kak Seto. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Psikolog dan pemerhati anak, Seto Mulyadi, mengatakan bahwa sisi negatif dari media sosial adalah terkait masalah psikologi. Salah satu contohnya, yakni keluarga menjadi berantakan dan sebagainya.

Menurut Kak Seto-panggilan akrab pria ramah ini- dengan adanya Fatwa MUI tentang 'Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Medsos', diharapkan medsos bisa menjadi sahabat anak dan ramah anak.

"Jadi kita kontrol bersama. Kegiatan-kegiatan di media sosial zaman dulu dipopulerkan kembali seperti mendongeng, permainan tradisonal dan sebagainya," harap Kak Seto kepada Jitunews.com, di Jakarta, Senin (5/6) malam.


KH Ma'ruf Amin Sebut Sumber Konflik Masalah Bangsa Berasal dari Medsos

Dalam mengawasi medsos bagi anak-anak, saran Kak Seto, juga perlu dibentuk satuan tugas (satgas) sahabat anak di RT/RW. Yang mana orang tua bisa menjadi sahabat anak, guru jadi sahabat anak, polisi jadi sahabat anak, dan lain-lain.

"Yang mengakrabkan mereka. Selain juga memperkenalkan ke tempat yang jauh ke dunia internasional namun juga lingkungan RT/RW dilibatkan," imbuhnya.

"Nanti, kami juga sampaikan di bulan Juli mendatang, Menteri dan Presiden juga jadi sahabat anak," pungkasnya.

UU ITE Tidak Cukup Meng-cover Masalah Etika dan Hukum di Medsos

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Riana