logo


Ketum MUI: Medsos Itu Bahaya Bagi Agama Islam

Ia berharap masyarakat untuk berhenti menggunakan medsos untuk tujuan yang tidak baik

5 Juni 2017 20:51 WIB

Dalam diskusi publik dan peluncuran Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang "Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Medsos", Ketua Umum MUI, KH Ma\'ruf Amin menilai bahwa media sosial itu sebenarnya ada manfaat dan sosialnya
Dalam diskusi publik dan peluncuran Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang "Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Medsos", Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin menilai bahwa media sosial itu sebenarnya ada manfaat dan sosialnya Jitunews/Ferro Maulana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam diskusi publik dan peluncuran Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang "Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Medsos", Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin menilai bahwa media sosial itu sebenarnya ada manfaat dan sosialnya.

Namun demikian perkembangan konten medsos akhir-akhir ini selalu negatif di mana semakin marak di tengah masyarakat.

Ia berharap masyarakat untuk berhenti menggunakan medsos untuk tujuan yang tidak baik. Seperti adu domba, pornografi, menebar kebencian dan permusuhan antar sesama.


Ridwan Kamil Tanggapi Provokasi Terhadap Dirinya di Medsos

"Kebencian dan permusuhan itu marak melalui medsos. Penggunaan medsos yang merusak itu bahaya bagi agama Islam. Bagi Ulama kerusakan itu harus ditolak. Bahaya itu harus dihilangkan," tegas KH Ma'aruf kepada Jitunews.com, di Gedung Utama Kementerian Kominfo Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (5/6) malam.

Menurut KH Ma'aruf, kewenangan yang ada pada MUI di antaranya mengeluarkan fatwa berupa muamalah melalui medsos. Oleh karena itu berbagai keputusan yang bersifat hukum sebagai pedoman, harus dibuat rekomendasi.

Agar tindak lanjut ke depan dibuatnya Undang-Undang khusus oleh DPR serta pemerintah segera terwujud. "Dan juga ada ketegasan. Jadi tidak mungkin menghindari medsos, tapi bagaimana mencegah kerusakan itu," sambungnya.

Melalui fatwa atau peraturan tersebut akan mampu mengedukasi masyarakat. "Dan, juga ada tindakan-tindakan law enforcement dan sanksi kepada masyarakat," katanya lagi menutup pembicaraan.

Perihal Kasus Persekusi, Djarot: Polisi Harus Berada di Depan

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Aurora Denata