logo


Partai Baru Dilarang Calonkan Presiden

Pemerintah juga menginginkan partai yang ingin ikut mencalonkan presiden bukan partai baru, tapi harus diuji terlebih dahulu

5 Juni 2017 16:06 WIB

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Setkab.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk memberikan laporan mengenai kemajuan pembahasan RUU Pemilu di DPR.  

"Kami sampaikan, sedang tahap pembahasan ambang batas untuk DPR, kalau naik apakah di atas 5 atau di bawah 5 (persen). Jadi pada posisi antara 4 dan 5 (persen)," ujar Tjahjo di Istana Negara, Senin (5/6).

Selain membahas ambang batas untuk DPR, pemerintah juga menginginkan partai yang ingin ikut mencalonkan presiden bukan partai baru, tapi harus diuji terlebih dahulu. 


Mendagri: Ada Dekan Penganut Paham ISIS

"Pemerintah inginnya 20-25 persen, karena partai untuk menentukan (calon presiden) harus teruji dulu. Jangan partai baru ikut sekarang langsung mencalonkan presiden. Ya saya nggak sebut lah partai apa, tapi kan ada juga. Harusnya diuji dulu," ucap Tjahjo.

Sedangkan terkait jumlah kursi DPR, pemerintah mengusulkan adanya tambahan untuk Kalimantan Utara dan Kepulauan Riau.

Pembahasan RUU Pemilu Alot, Anggota Pansus Akui Ada Lobi Politik

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata