logo


Perayaan Sederhana dan Perintah Pertama Soekarno sebagai Presiden RI

Pada hari pelantikannya, Soekarno pulang dengan berjalan kaki.

5 Juni 2017 15:53 WIB

Mantan Presiden RI Soekarno saat melintas diantara barisan prajurit TNI.
Mantan Presiden RI Soekarno saat melintas diantara barisan prajurit TNI.

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dibacakan, tepatnya pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) kembali mengadakan rapat. Dalam rapat tersebut lah disepakati Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat menjadi presiden dan wakil presiden RI yang pertama.

Suasana sidang yang berlangsung di Gedung Road van Indie di Jalan Pejambon tersebut dikisahkan dalam buku Sukarno: An Autobiography as Told to Cindy Adams (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia) yang ditulis oleh Cindy Adams. Proses pemilihan pun hanya berlangsung sederhana, tanpa adanya debat berkepanjangan yang berpotensi membuat rusuh situasi. 

Ketika diminta menjadi pemimpin negara secara aklamasi, Soekarno pun dengan sederhana menyanggupinya. "Baiklah," katanya.


Tuhan Kembali Pertemukan Soekarno dan Castro di Alam Baka

Baru bernegara selama satu hari tentunya belum ada fasilitas-fasilitas negara yang didapatkan Soekarno kala itu. Beliau pun akhirnya pulang dengan berjalan kaki.

Di tengah perjalanannya, Soekarno bertemu seorang pedagang sate yang kemudian dipanggilnya untuk mendekat. Soekarno pun mengisahkan perintahnya kepada penjual sate tersebut.

"Di jalanan aku, bertemu dengan tukang sate yang berdagang di kaki lima. Paduka Yang Mulia Presiden Republik Indonesia memanggil pedagang yang bertelanjang kaki itu dan mengeluarkan perintah yang pertama. Sate ayam 50 tusuk!"

Sekali lagi, tidak ada fasilitas mewah yang menyertainya kala itu. Soekarno kemudian duduk di dekat selokan dan tempat sampah sambil menyantap sate yang telah dipesannya tersebut. Santapan 50 tusuk sate tersebut juga lah yang menjadi perayaan atas pelantikan dirinya sebagai presiden.

Ucapan "Sate 50 Tusuk" ini lah yang kemudian akhirnya dikenal masyarakat luas sebagai 'perintah pertama' Soekarno sebagai presiden Republik Indonesia. 

Kisah Soekarno dan Marhaen yang Mengilhaminya

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari