logo


Kurangnya Produksi Berdampak Pada Naiknya Harga Jengkol, Ini Kata Mentan

Untuk menekan harga jengkol, Mentan Amran Sulaiman mengupayakan peningkatan produksi.

5 Juni 2017 15:26 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Humas Ditjen PKH Kementan

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, mengatakan bahwa pihaknya sudah membuat sebuah strategi guna mengatasi masalah kenaikan harga jengkol dengan mengupayakan kenaikan produksi.

“Kita sudah mengambil langkah cepat untuk bisa mengatasi masalah kenaikan harga jengkol, Insya Allah selesai di tahun ini,” demikian kata Mentan Amran Sulaiman di kantornya, Senin(5/6).

Lebih lanjut, Mentan mengatakan bahwa pihaknya sudah memetakan sekitar 5000 hektar lahan untuk bisa memproduksi jengkol.

“Tahu begitu, kita tanam 5000 hektar itu mabuk kita, karena produksinya banyak,” katanya.

Ia mengatakan, untuk semua masalah di komoditas strategis pihaknya selalu mengambil langkah cepat, meningkatkan produksi dan kembali menstabilkan harga.

“Semua komoditas strategis kita amankan terutama yang bisa berkontribusi pada inflasi,” ujarnya.

Seperti diketahui, belum lama ini harga jengkol di beberapa pasar tradisional memang mengalami kenaikan. Pangan yang memiliki aroma khas tersebut harganya tiba-tiba melonjak hampir mencapai Rp 100.000 per kilogram di sejumlah pasar yang ada di Jabodetabek. Pasalnya, kenaikan harga jengkol saat ini lebih dikarenakan kurangnya pasokan jengkol ke pasar, karena tanaman petani belum memasuki masa panen.

Mentan Sebut Perolehan WTP Kemetan di tahun 2016 Merupakan Opini Tertinggi dan Pertama

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Ratna Wilandari