logo


Waspada! Pelaku Gendam di Solo Mulai Beraksi

Masyarakat harap waspada karena pelaku gendam telah memulai aksinya di siang hari. Pihak kepolisian menyarankan untuk tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan karena dapat memancing pelaku gendam untuk melakukan aksinya

5 Juni 2017 14:23 WIB

Bu Manto pemilik warung yang juga korban gendam dengan kerugian mencapai dua puluh juta rupiah
Bu Manto pemilik warung yang juga korban gendam dengan kerugian mencapai dua puluh juta rupiah dok. Jitunews/Ellectrananda Anugerah Ash-shidiqqi

SOLO, JITUNEWS.COM - Bulan Ramadhan ternyata tidak membuat pelaku kejahatan untuk istirahat sejenak dalam menjalankan aksinya. Pelaku kini sudah semakin berani menjalankan aksinya di siang bolong pada lokasi yang memiliki tingkat keramaian tinggi. 

Bu Manto, seorang wanita pemilik usaha di kota Solo menjadi korban tindak kejahatan gendam di warungnya sekitar pukul 13.30 WIB. Kerugian yang dialami Bu Manto mencapai dua puluh juta rupiah. Pelaku yang berjumlah dua orang dengan cir-ciri laki-laki berusia sekitar 30-45 tahun dan perempuan setengah baya ini melakukan aksinya dengan sangat cepat, kurang dari lima menit. Bu Manto menjelaskan, pada awalnya pelaku datang di warungnya laiknya pengunjung warung lainnya. Dia memesan dua gelas es teh sambil memesan juga puluhan bungkus rokok berbagai merek untuk dibungkus kepada warung. Bu Manto pada awalnya tidak curiga dan melayani laiknya pembeli lainnya. Pelaku sempat menyuruh Bu Manto untuk membuatkan nota atas pesanannya. Bu Manto pun menuruti apa yang diinginkan pelaku. Pelaku kemudian menggiring Bu Manto ke pojok warungnya yang terletak tidak jauh dari perempatan wisma Boga kota Surakarta sambil memasukkan sebuah amplop coklat yang menurut pelaku berisi uang puluhan juta rupiah ini. 

Bu Manto mengatakan uang ini nantinya akan diambil pelaku yang membawa sepeda motor matik berwarna merah ini karena pelaku ingin menemui seseorang. Kejadian yang berlangsung kurang lebih lima menit ini membuat pemilik usaha merasa tidak dapat melakukan apa-apa dan dibuat bingung. Bu Manto sadar setelah pelaku meninggalkan warungnya dan membuka bungkusan yang ditinggalkan pelaku. Bungkusan yang ditinggalkan pelaku ternyata hanya sebuah potongan kertas berwarna merah. Sadar apa yang terjadi, Bu Manto bergegas menelpon suaminya yang juga seorang petugas perlindungan masyarakat daerah Sriwedari ini datang dengan membawa linmas yang sedang dinas tidak jauh dari warungnya. Kerugian yang dialami Bu Manto ini mencapai dua puluh juta rupiah.


Puan Maharani Tegaskan Pelaku Kejahatan Seksual Akan Dipasang Cip Khusus

 Bintara Pembina Keamanan Masyarakat daerah Sriwedari Ajun Inspektur Polisi Tingkat Satu Tatang menyarankan Bu Manto untuk segera membuat laporan secara resmi ke Polsek tentang peristiwa ini. Aiptu Tatang kepada Jitunews.com menyarankan agar masyarakat semakin hati-hati karena dalam bulan Ramadhan dan Idul Fitri tingkat kejahatan semakin marak. Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan perhiasan yang mencolok sehingga dapat menjadi incaran pelaku tindak kejahatan untuk melakukan tindak kejahatan. 

Pungli Disebut Jadi Kasus Kejahatan Tertinggi di Tubuh Polri

Halaman: 
Penulis : Ellectrananda Anugerah Ash-shidiqq