logo


Diduga Ada Kepentingan Politik Dibalik Molornya Pembahasan UU Anti-Terorisme, Anggota Pansus: Tidak Benar

Ia mengatakan bahwa tidak ada kepentingan apa-apa dibalik pembahasan UU Anti-terorisme tersebut

4 Juni 2017 11:53 WIB

Anggota Komisi I DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi.
Anggota Komisi I DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Sampai saat ini pembahasan UU Terorisme oleh pansus DPR RI masih terus tarik ulur. Banyak pihak menilai lamanya pembahasan UU Terorisme tersebut karena terkait dengan banyak kepentingan politik, termasuk dengan kepentingan politik 2019.

Anggota pansus Revisi UU Anti-terorisme, Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan bahwa terus molornya pembahasan UU Anti-terorisme bukan karena adanya kepentingan politik tertentu apalagi menyangkut pilpres 2019.

“Alotnya pembahasan di pansus lebih dikarenakan kita ingin agar semua kepentingan bisa terakomodasi di sana (UU Anti-terorisme), bukan karena adanya desakan politik,” kata Bobby Adhityo Rizaldi di Jakarta, Minggu (4/6).


Teroris Itu Nyata, Maka Semua Elemen Bangsa Harus Bersatu

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa tidak ada kepentingan apa-apa dibalik pembahasan UU Anti-terorisme tersebut,”Semua anggota pansus menginginkan agar apa yang dihasilkan dalam UU Anti-terorisme ini bisa memberikan nilai positif bagi keamanan masyarakat dan keamanan bangsa, jadi tidak ada kepentingan politik,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa masalah terorisme adalah masalah global, dan upaya melawan terorisme bukanlah sesuatu yang perlu untuk di tawar-tawar lagi.

“Karena hal ini menyangkut dengan nyawa manusia, maka kita harus tangani secara serius,”ujarnya.

Bobby mengatakan bahwa para anggota pansus sudah sepakat, agar pembahasan UU Anti-terorisme ini bisa menjadi bagian integral dalam memerangi teroris dan memerangi setiap potensi yang bisa mengarah pada munculnya sikap radikal dan teroris.

“kita sudah melakukan pembahasan yang cukup serius dan dalam waktu dekat bisa segera diselesaikan,” tukasnya.

Ideologi Teroris Cepat Berkembang, Sasarannya Masyarakat Ekonomi Lemah

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Aurora Denata