logo


Dibangun Naupli Center Udang Vaname Berkapasitas 450 Juta Ekor/Tahun

Naupli center ini merupakan bagian upaya untuk membangun sistem logistik benih yang lebih tertata dan terintegrasi.

4 Juni 2017 02:45 WIB

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto. dok. Humas KKP

JEPARA, JITUNEWS.COM - Indonesia kali ini memiliki momentum peluang lebih besar untuk memasok pangsa pasar udang dunia, mengingat potensi pengembangan yang masih besar. 

Untuk merebut peluang tersebut, maka ketersediaan benur berkualitas menjadi keniscayaan yang harus terpenuhi dan tentunya mampu menjangkau sentral-sentral produksi udang nasional. 

Pentingnya membangun mata rantai proses produksi secara terintegrasi. Untuk itu, KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) melalui Ditjen Perikanan Budidaya tengah menata sistem logistik perbenihan melalui pembangunan Naupli Center yang akan menjangkau sentral-sentral produksi udang. 


Udang Pisang Endemik Aceh Bakal Primadona Pasar Udang Indonesia

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto. Mekanismenya, UPT seperti BBPBAP Jepara yang akan memproduksi Nauplius udang berkualitas, dan Hachery Skala Rumah Tangga (HSRT)/panti benih masyarakat tinggal beli Nauplius tersebut untuk dibesarkan sampai ukuran siap tebar di tambak. 

”Naupli Center nantinya akan terkoneksi dengan panti benih/ HSRT milik masyarakat di sentral-sentral produksi budidaya udang. Melalui Naupli Center ini akan ada jaminan kualitas benur yang dihasilkan. Di sisi lain keberadaan Naupli Center ini juga akan memicu segmen usaha HSRT semakin bergairah. Paling penting adalah, para pembudidaya udang tidak harus repot-repot mendatangkan benur dari luar daerah,” jelas Slamet Soebjakto, pada sambutan peresmian Naupli Center di Jepara, Jawa Tengah, Selasa (22/5). 

Ia berharap pembangunan naupli center BBPBAP Jepara mampu mensuplai kebutuhan benur berkualitas, sekaligus sebagai embrio bagi pembangunan Naupli Center lainnya di daerah lain, dengan demikian ketersediaan benur bermutu akan mampu terpenuhi di seluruh Indonesia.

Naupli Center merupakan bagian upaya untuk membangun sistem logistik benih yang lebih tertata dan terintegrasi. Dalam pengamatan Slamet Soebjakto, bahwa mata rantai benih kurang tertata dengan baik dan masih bersifat parsial, dampaknya ketersediaan benur seringkali tersendat dan kualitas benur juga sulit dikontrol. Apalagi sentral produksi budidaya udang seringkali juga berjauhan dengan sentral produksi benih. Di sisi lain HSRT juga kesulitan mencari induk bermutu, sehingga produksi benih tidak berkelanjutan.

”Dengan penataan sistem ini, maka mulai dari ketersediaan jumlah dan kualitas benur akan terjamin, di samping itu pola ini sangat pas untuk menerapkan prinsip ketelurusan sebagaimana kaidah Cara Perbenihan Ikan yang Baik (CPIB),” jelas Slamet Soebjakto. 

Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng Raharjo, menyampaikan Naupli Center yang dibangun ini memiliki kapasitas produksi Nauplius Udang Vaname mencapai 400-500 juta ekor per tahun atau rata-rata 225 juta ekor per siklus (1 tahun sebanyak 2 siklus).

Hingga saat ini total Nauplius yang telah diproduksi sebanyak 210 juta ekor, masing-masing untuk memenuhi kebutuhan HSRT di Kabupaten Jepara sebanyak 20 juta ekor; 160 juta ekor untuk memenuhi kebutuhan hatchery milik swasta di Tuban Jawa Timur), Rembang dan Tegal (Jawa Tengah) serta 30 juta ekor untuk kegiatan balai.

Kehadiran Dirjen Perikanan Budidaya di Jepara sekaligus memberikan batuan dari KKP secara simbolis berupa Nauplius Udang Vaname sebanyak 100 juta ekor kepada kelompok HSRT di Kabupaten Jepara.
Sementara itu, untuk menggenjot produksi udang nasional, Pemerintah memproyeksikan tahun 2017 produksi benur udang mencapai sekitar 70,06 milyar ekor, masing-masing untuk Udang Vaname sebanyak 50,35 milyar ekor, Udang Windu 15,35 milyar ekor dan udang lainnya mencapai 7,35 milyar ekor.

Kembalikan Kejayaan Udang Windu

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,Yusran Edo Fauzi