logo


Jokowi: Biarkan Persekusi, Negara Kita Bisa Menjadi Barbar

"Tidak ada dan tidak boleh. Saya sudah perintahkan Kapolri untuk menindak tegas pelaku persekusi. Kita bisa menjadi negara barbar kalau hal seperti ini dibiarkan," tegas Jokowi.

3 Juni 2017 20:05 WIB

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo Liputan6.com

MALANG, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa persekusi adalah perbuatan yang berlawanan dengan azas-azas hukum. Hal ini berkaca pada fenomena-fenomena yang belakangan muncul terjadi.

"Sangat berlawanan dengan azas-azas hukum negara. Jadi perorangan maupun kelompok-kelompok, maupun organisasi apapun, tidak boleh main hakim sendiri, tidak boleh," ujar Jokowi setelah menyampaikan sambutan di Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (3/6).

Jika hal ini terus dibiarkan, Jokowi menilai negara Indonesia bisa menjadi barbar. Terlebih bila megatasnamakan hukum.


AKBP Susmelawati Kehilangan Jabatan Kapolres Akibat Persekusi

"Tidak ada dan tidak boleh. Saya sudah perintahkan Kapolri untuk menindak tegas pelaku persekusi. Kita bisa menjadi negara barbar kalau hal seperti ini dibiarkan," tegasnya.

Untuk itu, Presiden meminta kepada siapa pun, baik individu, kelompok maupun organisasi masyarakat dari kelompok mana pun untuk segera menghentikan aksi persekusi.

"Hentikan dan semuanya serahkan persoalan-persoalan yang akan datang itu kepada aparat hukum, kepada Kepolisian," jelasnya.

Jika Menemukan Kebangkitan PKI Lapor, Jokowi Akan Langsung Gebuk

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Syukron Fadillah