logo


Mekanisme Pasar Masih Jadi Penentu Harga Pangan

Menurutnya, hukum pasar supply dan demand menjadi faktor kunci dalam mengendalikan mekanisme pasar.

3 Juni 2017 17:13 WIB

Pedagang pasarI
Pedagang pasarI Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hingga saat ini pemerintah terus mengupayakan sejumlah langkah cepat guna menjaga dan mengendalikan harga pangan di pasar terutama menjaga harga saat bulan Ramadhan dan Idul Fitri yang akan datang.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri menilai langkah mengendalikan harga yang dilakukan pemerintah hanya menyentuh di ujung (harga) tanpa memperhatikan segi hilirnya, terutama terkait stok pangan.

Ia mengatakan bahwa yang terjadi di pasar saat ini adalah harga masih sangat ditentukan oleh mekanisme pasar, bukan karena penentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.


Pemerintah Akan Tingkatkan Produksi Rempah, Ini Kata Pengamat

"Pedagang selalu berpedoman pada mekanisme pasar yang ada. Jadi naik dan turunnya harga sangat bergantung pada mekanisme pasar yang ada," demikian kata Abdullah Mansuri saat dihubungi Jitunews.com, Sabtu (3/6).

Menurutnya, hukum pasar supply dan demand menjadi faktor kunci dalam mengendalikan mekanisme pasar.

"Kalau supply barang pangan ke pasar bisa terus stabil, maka harga pasti akan dengan sendirinya stabil, tetapi kalau pasokannya berkurang maka secara alami juga harga pasti akan naik," demikian katanya.

Ia kemudian mencontohkan harga bawang putih yang beberapa waktu lalu sempat mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Menurutnya kenaikan harga bawang tersebut lebih dikarenakan sisi supply yang terus berkurang.

"Barangnya langkah maka kemudian harga di pasar naik," demikian ujarnya.

Namun langkah cepat pemerintah dengan mengimpor bawang putih, kembali menambah stok bawang putih dan harga saat ini sudah kembali normal.

Pengamat: Pemerintah Harus Kembalikan Daya Saing Rempah Indonesia

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah