logo


Resahkan Masyarakat, Puluhan Anggota Geng Motor 'Disikat' Polisi

Pihak kepolisian berhasil menangkap sebanyak 28 anggota geng motor yang seringkali beraksi di wilayah DKI Jakarta

2 Juni 2017 23:09 WIB

Kapolda DKI Jakarta, Irjen M Iriawan.
Kapolda DKI Jakarta, Irjen M Iriawan. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pihak kepolisian berhasil menangkap sebanyak 28 anggota geng motor yang seringkali beraksi di wilayah DKI Jakarta. Penangkapan dilakukan selama dua Minggu bersamaan dengan menggelar operasi cipta kondisi di bulan suci Ramadhan 1438 Hijriah

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Muhammad Iriawan menuturkan, dari 28 pelaku tersebut tiga di antaranya Geng Motor yang beraksi di Jembatan Mampang yang menusuk korban hingga belasan tusukan.

"Dari pelaku berandalan motor 28 orang, memang menjadi perhatian kita bersama karena perilaku atau perbuatannya yang cukup meresahkan masyarakat, kita sudah melakukan langkah-langkah represif," tegas Irjen Pol, Iriawan kepada media di Jakarta, Jumat (2/6).


Remaja Ini Berani Melawan Penjahat Perampas HP, Begini Kronologisnya

Irjen Iriawan kembali mengatakan, berdasarkan keterangan pelaku, mereka melancarkan aksinya sebagai eksistensi serta ingin mendapat pengakuan dari anggota Geng Motor. Selain itu, mereka juga mendapat keuntungan secara finansial atas hasil rampasan barang milik korban.

"Mereka mencari jati diri, kalau bisa melukai itu pangkatnya tinggi, jadi naik. Sehingga mereka melukai. Mereka rata-rata dapat handphone atau motor, kalau dijual hp bisa Rp500 ribu hingga Rp1 juta, kalau sehari dapat empat itu bisa Rp4 juta, belum kalau motor itu bisa mereka preteli dan dijual. Jadi mereka punya nilai prestis di mata teman-temannya," beber Kapolda.

Selain itu, dalam operasi cipta kondisi itu Polda Metro Jaya juga meringkus puluhan pelaku tindak kejahatan lainnya seperti tawuran, kepemilikan senjata api ilegal dan pencurian dengan kekerasan.

"Jumlah keseluruhan 69 pelaku, ada Geng Motor 28 orang, tawuran 17 orang, tawuran ada 2 kasus, Senpi juga 2 kasus, Curas 2 kasus," ungkapnya.

Aparat keamanan juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga kuat sebagai alat untuk melancarkan aksi para pelaku. Barang bukti tersebut berupa senjata api, samurai, gergaji, golok sisir, panah dan lain-lain.

Cuti di Nias Barat, Oknum Brimob Kepri Diduga Kuat Aniaya Warga Sipil

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Aurora Denata