logo


Duh, Industri Logam Bakal Tidak Bergerak Bro!

Kebutuhan logam berbahan besi untuk setiap unit mobil antara 50 kilogram - 200 kg, motor 22 kg - 25 kg

11 Desember 2014 00:27 WIB

Industri manufaktur mobil
Industri manufaktur mobil

JAKARTA, JITUNEWS.COM — Industri pengecoran logam diperkirakan bakal mengalami pertumbuhan yang stagnan tahun depan. Pasallnya pasar otomotif domestik diperkirakan tidak bergerak dari kisaran 1,2 juta ton per tahun.

Ketua Himpunan Ahli Pengecoran Logam Indonesia (HAPLI) Yos Rizal Anwar mengatakan Sslain menjadi tumpuan dari segi penjualan, peningkatan pasar kendaraan bermotor juga berpengaruh terhadap perkembangan investasi di sektor pengecoran logam. Permintaan dari sektor otomotif pada umumnya berupa produk-produk komponen yang presisi.

Meski demikian, pihaknya tidak bisa memberikan kisaran tepat untuk kontribusi sektor otomotif terhadap omzet bisnis pengecoran logam. Tapi diperkirakan permintaan casting untuk komponen otomotif mencapai 80% dari seluruh order yang ada.


Eksistensi Material Center di Bandung, Pacu Produktifitas IKM Cangkul

"Tahun ini penjualan otomotif masih tetap sekitar 1,2 juta unit. Ini baru pertama kalinya di tahun politik," katanya di Jakarta, Rabu (10/12).

Apabila pasar otomotif pada tahun depan diperkirakan stagnan, pebisnis pengecoran logam mengalami yang sama. Adapun kebutuhan casting komponen otomotif berbahan besipada tahun ini diperkirakan 364.000 ton, sedangkan yang berbahan aluminium sekitar 120.000 ton. Masing-masing kebutuhan ini baru separuh yang bisa dipenuhi Kebutuhan logam berbahan besi untuk setiap unit mobil antara 50 kilogram - 200 kg, motor 22 kg - 25 kg per unitdari dalam negeri.

Untuk logam berbahan aluminium sekitar 60 - 100 kilogram per unit mobil, dan 3 kg untuk setiap sepeda motor. "Permintaan dari otomotif itu banyak untuk komponen presisi untuk ke original equipment manufacturer dengan kualitas kontrol ketat. Tapi yang dijual ke after market pun bukan genuine parts," ucap Yos.

Selain permintaan untuk komponen otomotif, bisnis pengecoran logam juga mengandalkan pesanan dari alat berat, elektronik, dan permesinan. Komponen permesinan digunakan untuk sektor migas, petrokimia, semen, serta pulp dan kertas.

Yos mengatakan sejumlah pekerjaan rumah dalam bisnis pengecoran logam ialah teknologi peralatan produksi yang tertinggal, ketiadaan perangkat lunak murah yang bisa didapatkan industri dengan mudah, harga jual ditentukan pasar, dan soal permintaan terus bertambah.

"Harga jual produk itu ditentukan oleh pasar, sedangkan permintaan pasar naik terus terutama komponen otomotif tetapi kami sulit mematok harga sesuai keinginan kami," ucapnya.

Bahan baku pengecoran logam sebagian ada yang berasal dari scrap asli yang dibeli dari luar negeri. Tapi ada pula scrap yang berasal dari sisa proses stamping kendaraan bermotor lalu diolah lagi kemudian dibuat menjadi komponen.

Scrap impor tersebut yang kerap terhadap dalam proses impor karena dianggap limbah. Tidak semua yang dibeli dari luar negeri sudah dipisahkan antara scrap yang dibutuhkan dengan benda-benda lain yang tergolong limbah.

 

Kemenperin: SNI Usaha Melindungi Industri dan Investasi Dalam Negeri

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex