logo


BATAN Dukung Program Ketahanan Pangan

13 Maret 2014 15:14 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM- “Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) selama ini terus berupaya meningkatkan usahanya untuk menghasilkan varietas-varietas unggul guna membantu pemerintah Indonesia dalam hal ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan,” demikian disampaikan Dr. Soeranto Human, Staf Peneliti BATAN, pada acara loka karya yang diselenggarakan BATAN dan Forum Nuclear Cooperation in Asia (FNCA) di Jakarta.

Soeranto Human yang membawa makalah bertajuk “Sub Project on Drought Tolerance in Sorgum and Soybean” di hadapan peserta loka karya dari Bangladesh, China, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, mengatakan, sorgum hasil mutasi yang dapat bertahan di wilayah-wilayah kering di Indonesia. Benih mutasi yang dihasilkan telah disebarkan ke seluruh provinsi di Indonesia berkat kerja sama yang baik dengan Kementerian Pertanian.

“Fokus kami hanya meneliti dan meneliti lebih jauh lagi varietas-varietas baru yang dapat menghasilkan produktivitas yang lebih baik, mampu menghadapai perubahan iklim, dan tahan terhadap serangan hama,” paparnya.

“Kami juga membantu sosialisasi ke petani agar mereka terbuka dan mau menggunakan varietas-varietas hasil mutasi,” kata Soeranto sambil menunjukkan foto saat mensosialisasikan sorgum kepada petani-petani di Nusa Tenggara Barat.

BATAN, menurut dia, juga sudah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia dalam rangka penelitian mengenai teknik radiasi. “Saat ini sudah banyak kampus yang memiliki jurusan kimia yang mengundang kami sebagai pembicara dan memakai produk kami, terutama terkait bioetanol.” tambah dia.

Badan nuklir itu telah menghasilkan sejumlah varietas, seperti padi (20 varietas), kedelai (8), sorgum (3), kacang hijau (2), kapas (1), gandum (1). Khusus untuk sorgum, Soeranto mengungkapkan, saat ini BATAN dan Kementerian Pertanian sedang mengembangkannya di empat provinsi, yaitu Jawa Tengah, NTB, NTT, dan Sulawesi Selatan. “Kami fokus di daerah-daerah kering di mana padi tidak bisa tumbuh,” jelasnya.

Harga Daging Ayam dan Telur Tertinggi di Samarinda

Halaman: 
Penulis :
 
×
×