logo


Cuti di Nias Barat, Oknum Brimob Kepri Diduga Kuat Aniaya Warga Sipil

YG memohon kepada Kapolda Sumatera Utara dan terlebih-lebih kepada Kapolri untuk segera memproses secara hukum kasus penganiayaan yang terjadi pada dirinya

2 Juni 2017 20:35 WIB

Yosia Gulo Alias Ama Mari (61), warga Desa Sitolubanua Fadoro, Kecamatan Moroo Kabupaten Nias Barat membuat laporan pengaduan atas penganiayaan pada dirinya yang diduga dilakukan oleh oknum Brimob yang bertugas di Kepulauan Riau (Kepri) berinsial FG
Yosia Gulo Alias Ama Mari (61), warga Desa Sitolubanua Fadoro, Kecamatan Moroo Kabupaten Nias Barat membuat laporan pengaduan atas penganiayaan pada dirinya yang diduga dilakukan oleh oknum Brimob yang bertugas di Kepulauan Riau (Kepri) berinsial FG Jitunews/Ign Widyo

GUNUNGSITOLI, JITUNEWS.COM - Yosia Gulo Alias Ama Mari (61), warga Desa Sitolubanua Fadoro, Kecamatan Moroo Kabupaten Nias Barat dengan didampingi Ketua LSM Kesatuan Pemantau Korupsi dan Kriminal (KPK-2) Yalisokhi Laoli mendatangi markas Polres Nias, Senin (29/5) sekitar pukul 03.00 WIB untuk membuat laporan pengaduan atas penganiayaan pada dirinya yang diduga dilakukan oleh oknum Brimob yang bertugas di Kepulauan Riau (Kepri) berinsial FG saat cuti di Nias Barat pada bulan Maret 2017 kemarin.
 
Menurut keterangan korban, penganiayaan itu terjadi pada hari Kamis (30/3) di dusun 4 Hiligawoni Desa Sitolubanua Fadoro Kecamatan Moroo Kabupaten Nias Barat sekitar pukul 08.30 WIB bertempat di kediamannya, ujarnya kepada wartawan saat ditemui di kantin Polres Nias, Senin (29/5) sekira pukul 04.00 WIB.
 
Dijelaskan, kronologi kejadiannya berawal saat Pelaku berinsial HG (oknum Brimob) yang sedang menjalankan cuti di Nias Barat dan YG alias AF (Ayah HG) tiba-tiba mendobrak pintu rumahnya dan langsung memegang tangannya sembari memaksa untuk menandatangani surat utang yang telah disediakan dengan modus tagihan arisan.
 
Karena korban tidak mau menandatangani surat tersebut, YG alias Ama Mari langsung diborgol FG dan membawa keluar rumah dengan ditarik kuat-kuat hingga dirinya jatuh ke dalam parit yang ada di depan rumahnya. Setelah jatuh ke parit, FG mencekik leher korban sampai tergeletak dan tidak berdaya lagi, beruntung ada tetangga dan masyarakat yang datang untuk melerai kejadian saat itu.
 
Lanjutnya, akibat kericuhan yang terjadi, tetangga korban yang merupakan warga setempat jadi histeris dan berteriak. Tiba-tiba oknum Brimob berinsial FG tersebut menodongkan senjata api ke arah korban sambil mengancam akan melepaskan tembakan jika masyarakat yang datang ikut campur.
 
Setelah ditinggalkan pelaku, korban langsung dilarikan di rumah sakit untuk menjalani perobatan serta membuat laporan pengaduan Kepolsek Mandrehe dengan Nomor: STPLP/09/III/2017/Ns-Ndrehe. Namun Laporan itu sampai saat ini belum ada tindak lanjut serius dari Polsek Mandrehe sementara saksi-saksi sudah dimintai keterangannya.
 
Atas Kejadian itu, YG memohon kepada Kapolda Sumatera Utara dan terlebih-lebih kepada Kapolri untuk segera memproses secara hukum kasus penganiayaan yang terjadi pada dirinya yang diduga dilakukan oknum Brimob yang bertugas di wilayah Kepulauan Riau. 
 
(Ign Widyo)

Remaja Ini Berani Melawan Penjahat Perampas HP, Begini Kronologisnya

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata