logo


Kembalikan Kejayaan Udang Windu

Pasca kegagalan Udang Windu akibat wabah white spot pada beberapa dekade lalu, memang pamor udang jenis ini kian meredup

2 Juni 2017 16:13 WIB

Udang Windu.
Udang Windu. Istimewa

JEPARA, JITUNEWS.COM - Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Jawa Tengah, ditunjuk sebagai broodstock center yang bertanggunjawab dalam mempertahankan eksistensi udang windu dalam bisnis budidaya udang nasional.

”Pasca kegagalan Udang Windu akibat wabah white spot pada beberapa dekade lalu, memang pamor udang jenis ini kian meredup. Oleh karenanya, kita bangun broodstock center udang windu untuk memproduksi induk berkualitas dan bebas virus, dengan begitu akan mengembalikan kejayaannya. Kami akan terus focus pada pengembangan udang ini, beberapa daerah terutama di Kalimantan dan Aceh bahkan secara khusus kita siapkan untuk pengembangan Udang Windu ini,” papar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto.

Melalui perekayasaan, pihak BBPBAP telah melakukan pemuliaan induk udang windu, dimana hingga saat ini telah menghasilkan induk Udang Windu generasi ke-9 (G-9.) dan generasi ke-1 (G-1) dengan jumlah 400 ekor dan 3.000 ekor. Menurut Sugeng, dengan ketersediaan induk tersebut, pihaknya mampu memproduksi benur hingga mencapai 4,8 juta ekor dari induk G-9 dan 36 juta ekor dari induk G-1.

”Permintaan benur Udang Windu menunjukkan kenaikan cukup signifikan, dan produksi kami akan mensuplai kebutuhan benur di seluruh Indonesia terutama wilayah Jawa dan Kalimantan”, kata Sugeng.
BBPBAP Jepara juga telah melakukan kegiatan restocking Udang Windu sebanyak 200 ribu ekor di Perairan Wedung, Kecamatan Kedung, Jepara. Ini dilatarbelakangi oleh fakta saat ini masyarakat cenderung sulit mendapatkan Udang Windu di alam, apalagi untuk kebutuhan Induk.


Indonesia Antisipasi Standar Kesehatan Produk Perikanan

“Upaya restocking ini menjadi bagian tanggunjawab KKP untuk tetap menjaga kelestarian stock Udang Windu di alam, mengingat Windu merupakan udang asli Indonesia. Kita harus pertahankan plasma nuftah kita. Di samping itu sebagai bentuk peran serta KKP dalam mengimplementasikan Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) tahun 2015-2020 yang telah ditetapkan Bappenas,” urai Slamet Soebjakto.

BBPBAP Jepara Kembangkan Kandidat Baru Udang Putih Asli Indonesia, Sekjen KKP: Ini Terobosan Baru

Halaman: 
Penulis : Yusran Edo Fauzi,Marselinus Gunas