logo


Pemerintah Akan Tingkatkan Produksi Rempah, Ini Kata Pengamat

Pasalnya pemerintah ingin mengembalikan kejayaan rempah Indonesia seperti yang terjadi di masa lalu

2 Juni 2017 15:03 WIB

Rempah-rempah.
Rempah-rempah. fitellite.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pada saat ini pemerintah mulai mengupayakan sejumlah langkah strategis guna meningkatkan produksi rempah di tanah air. Pasalnya pemerintah ingin mengembalikan kejayaan rempah Indonesia seperti yang terjadi di masa lalu.

Pengamat ekonomi pertanian LIPI, Latif Adam mengatakan bahwa langkah pemerintah untuk kembali tingkatkan produksi rempah nasional merupakan sebuah langkah yang positif, karena kejayaan rempah asal Indonesia sudah dikenal lama di dunia internasional.

Namun menurutnya langkah tersebut masih tergolong terlambat karena produktivitas rempah asal Indonesia saat ini terus mengalami penurunan produksi dan hal ini karena banyak tanaman rempah dibiarkan tumbuh tak terawat dan masa produktifnya sudah lewat.


Sekjen Kementan: Pangan adalah Fondasi Pemersatu Bangsa Kita

Selain itu kondisi harga rempah yang saat ini tidak menentu, hama penyakit membuat para petani sudah tidak bergairah lagi di sektor tanaman rempah.

“Maka untuk bisa mengembalikan kejayaan rempah Indonesia, pemerintah perlu mengidentifikasi kendala yang sedang dihadapi petani dan melakukan peremajaan semua tanaman rempah yang sudah lewat masa produksinya,” kata Adam Latif saat dihubungi Jitunews.com, Jumat (2/6).

Menurutnya, langkah awal yang harus dilakukan pemerintah adalah dengan melakukan peremajaan dan melakukan pembukaan lahan baru dengan memaksimalkan jumlah tanaman rempah sehingga produksinya bisa meningkat.

“Selain itu kualitas rempah dan harga rempah juga harus menjadi perhatian pemerintah,” lanjutnya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan), menunjukkan bahwa ada tren kenaikan produksi komoditas utama rempah di tanah air selama kurun waktu lima tahun terakhir. Kecuali vanili yang turun dari 3.066 ton pada tahun 2012 menjadi 2.594 ton pada tahun 2013 dan 2.009 ton pd tahun 2014. Sementara untuk komoditas lada, cengkih, dan pala cenderung naik. Untuk produksi pala bahkan tumbuh 15.14 persen berdasarkan data sementara tahun 2015 dan 2016.

Mentan Minta STPP Bogor Cetak Penyuluh Sebagai Motor Penggerak Pertanian

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Aurora Denata