logo


Jelang Tutup Tahun, Kinerja Ekspor Malah Suram

Tantangan utamanya berasal dari dalam negeri seperti tuntutan kenaikan upah, dan depresiasi rupiah.

10 Desember 2014 23:58 WIB

kinerja ekspor nasional
kinerja ekspor nasional

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jelang tutup tahun, kinerja ekspor tidak menunjukan hasil positif yang menggembirakan. Sebaliknya malah terlihat suram.

Kondisi inilah yang bakal diperbaiki di tahun 2015 mendatang. Hal ini dikarenakan perekonomian di tahun 2015 nanti akan semakin kondusif. Tantangan utamanya malah akan berasal dari dalam negeri seperti tuntutan kenaikan upah, penghiliran, dan depresiasi rupiah.

Peneliti LP3E Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Ina Primiana mengatakan, target ekspor tahun ini senilai US$184,3 miliar kemungkinan meleset. Bahkan kinerja ekspor  awal tahun juga belum akan terlihat perkembangannya.


Bawa Kabar Gembira, TEI ke-34 Sukses Raup USD 9,30 Miliar

"Ini terkait dengan pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada November dan dalam beberapa bulan ke depan, paling tidak akan semakin banyak desakan untuk menaikkan upah," katanya.

Menurutnya, adanya tuntutan kenaikan upah minimum bakal menggerus daya saing dan produktivitas industri, terutama yang berorientasi ekspor. “Jadi 2015 masih akan berat. Banyak sih kemungkinan hambatan yang bisa memengaruhi kinerja ekspor kita,” katanya, Rabu (10/12).  

Kalau untuk faktor industri akan terjadi rebound ekspor pada 2015. Kesempatan ini harus dimanfaatkan pemerintah untuk menyiapkan sektor hulu, dan bukan hanya fokus pada upaya penghiliran.

Menurutnya, upaya penghiliran itu sendiri saja sudah cukup mengerem laju pertumbuhan ekspor. Apalagi, jika bahan bakunya masih banyak didatangkan dari luar negeri. “Kecukupan bahan baku di dalam negeri itu penting untuk meningkatkan ekspor.”

Hambatan ekspor lainnya adalah masih belum tegasnya sikap pemerintah dalam melarang ekspor komoditas mentah. Padahal, sambungnya, jika RI bercita-cita hanya akan mengekspor barang bernilai tambah perlu waktu setidaknya setengah dekade untuk mempersiapkannya.

“Ditambah lagi, kita harus fokus pada pasar-pasar nontradisional. Jangan hanya membuka pasar saja, tapi bagaimana supaya kita bisa menjaganya, karena permintaan ekspor dari Jepang dan China sedang melemah. Kalau dari AS agak lumayan membaik,” ategasnya

Sumbang USD 19 Miliar Nilai Ekspor, Industri Tekstil dan Alas Kaki Jadi Prioritas Pengembangan

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex