logo


Remaja Ini Berani Melawan Penjahat Perampas HP, Begini Kronologisnya

Kedua remaja yang masih berusia 17 tahun ini meminta ampun ketika digelandang aparat ke kantor polisi.

1 Juni 2017 23:45 WIB

Ilustrasi jambret handphone
Ilustrasi jambret handphone canogaparknc

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ibarat sebuah pepatah "Serigala berhati domba" hal itu berlaku untuk dua jagoan kampung yang menangis ditangkap warga usai merampas HP di Gang Bawang, Pedurenan, Bekasi.

Kedua remaja yang masih berusia 17 tahun ini meminta ampun ketika digelandang aparat ke kantor polisi.

“Korban dan tersangka sudah dimintai keterangan,” terang Kasubag Humas Polrestro Bekasi, Kompol Erna Ruswing kepada media, Kamis (1/6).


Waspada! Perampokan Nyamar Sebagai Tamu Kembali Terjadi

Kompol Erna menuturkan, penangkapan kedua remaja itu bermula pada Rabu (31/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Kedua remaja itu berboncengan motor Yamaha Mio B 6338 SKN. Mereka merampas HP yang digenggam korban 'AT' (12) yang berdiri di pinggir jalan bersama temannya, 'TH' (14).

Keduanya siap tancap gas ketika kedua korban yang juga masih remaja tersebut dengan melawan serta berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.

Kesal dengan 'jagoan tengil' tersebut, salah satu bandit mengeluarkan senjata tajam berupa celurit dari balik bajunya mengancam dua anak baru gede (ABG) itu.

Tapi, perlawanan 'AT' dan 'TH' tidak berhenti. Keduanya langsung menendang motor begitu dilihat dua penjahat itu lengah. Dua bandit itu pun terjatuh bersama motornya.

Dua korban itu pun kembali berteriak, kali ini menyebut ada perampok.

Suara mereka membuat warga berdatangan untuk menolong.

Dua penjahat tersebut langsung angkat kaki berlari menjauh. HP curian dilempar.

Namun, massa berhasil mengepung keduanya. Tendangan serta pukulan tak bisa dilekakkan dua penjahat muda yang menangis meraung-raung meminta ampun.

Tangisan itu tak juga reda begitu polisi datang untuk membawanya ke Polsek Bantar Gebang.

“Dalam pemeriksaan, mereka mengaku merampas HP untuk dijual karena kepepet masalah ekonomi,” terang Kompol Erna.

“Kami juga telah memberi tahu orangtua mereka," tutupnya.

Polisi Tegaskan Aksi Begal Bermodus 'Setan Pocong' di Depok adalah Hoax

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Riana