logo


Advokat Senior Ini Sebut Kasus Ahok Mengada-ada

Saat Todung melihat proses pengadilan untuk Ahok, ia mengaku tidak bisa memahami para saksi ahli yang dihadirkan di depan majelis hakim.

30 Mei 2017 23:51 WIB

Advokat Senior, Prof Todung Mulya Lubis
Advokat Senior, Prof Todung Mulya Lubis Detik.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Advokat Senior, Prof Todung Mulya Lubis, mengungkapkan bahwa demokrasi di Indonesia sekarang ini sedang mengalami masalah (political problem), di mana pranata-pranata demokrasi terutama partai politik tidak sepenuhnya menjalankan banyak perubahan. 

Kata Todung, dari political problem tersebut melahirkan ketidakadilan hukum seperti kasus yang dihadapi oleh Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sejak awal, Todung menyebut kasus Ahok adalah mengada-ada.

Advokat Senior Ini Sebut Kasus Ahok Mengada-ada


Persekusi The Ahok Effect Dinilai Mengancam Ketenangan Warga

“Sejak awal menurut hemat saya, kasus Ahok adalah mengada-ada. Apa yang diucapkan oleh Ahok, apakah itu suatu aduan delik yang diadukan ke pihak kepolisian untuk diusut. Saya tidak pernah melihat proses hukum yang begitu cepat pada hari ini juga ditetapkan sebagai tersangka. Ada gelar perkara pula,” papar Todung saat ditemui Jitunews.com di Kantor Imparsial, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (30/5).

Soal Seruan Kepung Bandara untuk Jemput Rizieq, Jawaban Jubir dan Kuasa Hukum FPI Kok Beda?

Apalagi saat Todung melihat proses pengadilan untuk Ahok, ia mengaku tidak bisa memahami para saksi ahli yang dihadirkan di depan majelis hakim. Menurut Todung, saksi ahli tersebut sudah punya pendapat sendiri sebelum dihadirkan, di mana terlihat jelas di sosial media mereka.

Fahri Hamzah Sebut Polisi Usik Privasi Rizieq-Firza

“Kalau kita lihat proses pengadilan. Terus terang saya tidak dapat memahami mereka yang disebutkan sebagai ahli. Jika kita melihat di media sosial, saksi ahli itu sudah punya pendapat atau opini. Di mana, saksi ahli itu mengatakan Ahok itu menista atau yang lain mengatakan Ahok itu menghujat dan sebagainya, di dalam benak mereka,” ujarnya kembali.

Kicauan Aa Gym Soal 'Menuhankan Manusia' Ini Sindiran untuk Pendukung Habib Rizieq?

Tak hanya itu, Todung juga tidak melihat kehadiran negara dalam kasus Ahok. Dimulai dari kasus Ahok itu menyebabkan perlawanan masyarakat.

"Melihat Pernyataan Lawyer Rizieq, Kita Hanya Tertawa Terbahak-bahak"

Untuk diketahui, Ahok divonis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara selama dua tahun karena terbukti melakukan penistaan agama. Setelah vonis diberikan, Ahok pun langsung ditahan di LP Cipinang dan kemudian dipindahkan ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Terakhir, Ahok mencabut permohonan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta.

Todung Mulya Lubis Berikan Solusi Atas Maraknya Hate Speech

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Riana