logo


Kasus Tulisan ARP Jadi Satu Sentilan Lagi bagi Pengguna Medsos

Kasus ARP diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi para warganet untuk berhati-hati serta bijak dalam bertutur kata di dunia maya.

30 Mei 2017 15:29 WIB

Ahmad Rifa\'i Pasra
Ahmad Rifa'i Pasra facebook

PADANG PANJANG, JITUNEWS.COM - Ahmad Rifai Pasra (ARP) hanya salah satu dari sekian warganet yang mungkin belum bijak dalam menggunakan media sosial yang dimilikinya. Catatan panjang soal ledakan bom Kampung Melayu yang ditulisnya di akun Facebook miliknya menuai protes dan telah melukai hati banyak orang.

Kini, tulisan yang mungkin dianggapnya 'kritis' tersebut justru menjadi bumerang yang berbalik arah menyerangnya. Alhasil, ia pun diduga telah melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

ARP diamankan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipid Siber) Mabes Polri di kediamannya di Silaing Bawah, Padang Panjang, Minggu (28/5).


Ikut Sebar Berita Hoax, Marissa Haque Diserbu Warganet

Kuasa hukum ARP, M Ihsan, telah meminta penangguhan penahanan karena istri, kedua anak, dan calon bayi ARP sedang menanti di rumah. ARP juga merupakan tulang punggung keluarga.

Lebih lanjut, Ihsan meminta seluruh masyarakat untuk memaafkan ARP atas tindakan yang telah dilakukannya. Menurutnya, kliennya tersebut memang sempat khilaf tetapi yang bersangkutan akhirnya mengakui kesalahannya. 

ARP pun telah menulis sebuah surat terbuka yang berisi permohonan maafnya kepada semua pihak yang namanya terseret ke dalam catatan Facebook-nya yang berjudul "Membongkar Teroris ISIS Gadungan oleh Ahmad Rifai Pasra" tersebut.

Dengan surat tersebut, Ihsan berharap ada pintu maaf yang terbuka bagi ARP. Ihsan juga berharap kejadian yang menimpa ARP ini, yang mungkin bukan pertama kali terjadi di jagat media sosial Indonesia, dapat menjadi pelajaran bagi para warganet untuk berhati-hati serta bijak dalam bertutur kata dengan jari-jemarinya di dunia maya.

"Semoga Bapak Kapolri memaafkan ARP dan seluruh masyarakat Indonesia memberikan maaf sehingga menjadi pelajaran bagi ARP dan seluruh pengguna FB atau media sosial untuk cerdas dan beretika dalam menggunakan medsos," ujar Ihsan.

Meski telah meminta maaf, Dit Tipid Siber Mabes Polri akan tetap melanjutkan proses hukum ARP. 

Dunia medsos Indonesia sendiri sudah cukup sering digegerkan oleh sejumlah tulisan maupun unggahan yang menyimpang, provokatif, dan menyinggung perasaan orang lain. Sejumlah pihak yang diduga bertanggung jawab atas unggahan-unggahan tersebut pun telah diamankan oleh pihak berwajib.

Ragukan Kebenaran Insiden Bom Kampung Melayu, ARP Diciduk Polisi

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari