logo


Lakukan Penyelewengan, BPK Ancam Berhentikan Oknum

BPK memiliki Majelis Kehormatan Kode Etik (MKKE) yang dilengkapi dengan whistleblowing system

29 Mei 2017 13:28 WIB

Gedung perkantoran Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
Gedung perkantoran Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia IST

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengajak masyarakat untuk melaporkan jika menemukan oknum BPK yang melakukan penyelewengan seperti suap. Anggota BPK, Agung Firman Sampurna, menjelaskan bahwa BPK memiliki Majelis Kehormatan Kode Etik (MKKE) yang dilengkapi dengan whistleblowing system. 

"Kami punya MKKE, kami punya whistleblowing system. Silakan laporkan dan pasti ditindaklanjuti, ini khususnya berkaitan masalah suap," ujar Agung di Auditorium Pusdiklat BPK, Jakarta, Senin (29/5).

Menurutnya, BPK akan tegas menindaklanjuti pegawai yang melakukan penyelewengan. BPK juga melarang memberikan bantuan teknis kepada pihak terkait dengan ancaman diberhentikan. 


Prihatin Oknum BPK Ditangkap, Ketua MPR: Tolong Jaga Kepercayaan Rakyat

"Menyampaikan technical assistance saja diberhentikan. Jadi kalau saya menyampaikan bantuan teknis mengenai pengelolaan negara itu pelanggaran kode etik, ancamannya diberhentikan," lanjutnya.

Agung mengatakan, BPK mempunyai peran penting bagi negara, karena lembaga ini memberikan opini profesional terhadap laporan keuangan dari seluruh lembaga yang menggunakan uang negara.

"Kalau kita beri opini kepada satu entitas atas kewajaran informasi atas laporan keuangan, satu indikator good governance ada di situ. Dia transparan dan akuntabel, sudah tentu ini jadi bagian untuk mengembalikan kepercayaan kita, membangun trust kita," ucap Agung.

Auditor BPK yang Ditangkap KPK, Apakah Tangani Sumber Waras?

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata