logo


BPPT Giat Kembangkan Pohon Kedondong Pagar yang Hasilkan Listrik

Meski terbukti pohon kedondong dapat mengaliri listrik, namun belum mencukupi kebutuhan listrik secara wajar.

29 Mei 2017 12:48 WIB

Jumpa pers Inovasi Teknologi Energy Storage BPPT.
Jumpa pers Inovasi Teknologi Energy Storage BPPT. Jitunews/Ferro Maulana

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Beberapa hari terakhir, listrik dari pohon kedondong sempat viral karena listrik tersebut menyala di Desa Tampor Paloh, kecamatan Simpang Jerning, kabupaten Aceh Timur.

Di berbagai lini masa pun diuraikan bahwa telah tersambung listrik yang bersumber dari pohon kedondong (Spondias Dulcis Forst) buatan Naufal Raziq (15) siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Langsa.

Di tempat yang berbeda, Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB), Prof Eniya L Dewi, menyampaikan bahwa pada dasarnya semua makanan dan minuman yang mengandung asam dapat menjadi sumber energi baterai.


PLN Siap Alirkan Listrik 365 Desa di Papua

Namun yang harus diperhatikan, menurut Prof Eniya, adalah kemampuannya dalam menghasilkan kekuatan arus listrik dapat berlangsung lama dan stabil, sehingga dapat menjadi sumber listrik yang mumpuni serta dapat digunakan sehari-hari.

Lebih lanjut Eniya memberikan apresiasi terhadap percobaan yang dilakukan Naufal yang menemukan tenaga listrik pada pohon kedondong pagar.

"Inisiatif siswa tersebut untuk melakukan percobaan ini sangat baik, mengingat yang bersangkutan adalah siswa tingkat SMP dan berlokasi di daerah. Semangat dan bakat peneliti tersebut harus dibina dan terus dikembangkan. Yang dilakukan Naufal itu pembuktian teori baterai Volta atau Daniel Cell," kata Prof Eniya kepada Jitunews.com, di VIP Lounge Gedung II BPPT Jl. MH. Thamrin No. 8 Jakarta Pusat, Senin (29/05/2017) siang.

Tidak hanya di laboratorium, BPPT juga melakukan pengukuran di lapangan yang dilakukan perekayasa di bidang teknologi energi.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Balai Besar Teknologi Konservasi Energi (B2TKE BPPT), Andhika Prastawa, menjelaskan, berbagai penelitian lain tentang listrik dari tumbuhan menunjukkan hasil produksi listrik yang belum memadai untuk kebutuhan listrik yang wajar.

Pengukuran sesaat besaran listrik pada pohon-pohon kedondong pagar yang ditanam di area pembinaan masyarakat PT Pertamina EP Aset I Field Rantau menunjukkan bahwa keluaran sistem listrik pohon kedondong pagar tersebut masih dalam kisaran mili watt, dengan tegangan yang dihasilkan dalam skala ratusan mili hingga satuan Volt, serta arus dalam mili Ampere.

Enam pohon kedondong yang disebut "Pohon Energi" itu dipasang masing-masing enam pasang elektroda Zn-Cu (seng dan tembaga). Dari rangkaian seri-paralel, di ujung elektroda diperoleh pengukuran tegangan total sebesar 2,774 Vdc.

Ujung rangkaian pohon ini dihubungkan dengan converter arus searah untuk mencatu baterai bertegangan 3,5 Vdc. Kemudian melalui inverter dihubungkan ke beban lampu LED 5 Watt 220 Vac. Pada saat lampu dinyalakan, setelah 10 menit, terukur tegangan dari pohon energi turun dari 2,774 Vdc menjadi 1,874 Vdc.

Dengan laju penurunan tegangan seperti itu, diperkirakan enam pohon kedondong tersebut hanya sanggup mencatu lampu tidak lebih dari 20 menit dengan perkiraan energi sekitar 1,7 Wh atau 1,7 W selama satu jam.

Dengan demikian, meskipun pohon kedondong terbukti dapat menghasilkan listrik, namun masih belum mencukupi kebutuhan listrik secara wajar.

Pohon kedondong ini dapat menghasilkan listrik dalam jumlah dan waktu yang terbatas. Dengan demikian, pohon ini hanya dapat dijadikan salah satu sumber energi bagi peralatan yang membutuhkan energi rendah.

Wow! Ini 4 Smartphone Keren yang Rilis Tahun 2017

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Ratna Wilandari