logo


Keluarga Korban Bom Kampung Melayu: Terima Kasih Pak Djarot!

Menyoal kondisi suaminya sendiri, Trini mengatakan bahwa Tasdik masih sering nyeri pada lambungnya ketika bergerak dan masih membutuhkan perawatan yang intensif.

29 Mei 2017 06:30 WIB

Sejumlah anggota keluarga korban bom Kampung Melayu dan simpatisan masyarakat menyelenggarakan aksi simpatik di lokasi kejadian bom, Jakarta, Minggu (28/5).
Sejumlah anggota keluarga korban bom Kampung Melayu dan simpatisan masyarakat menyelenggarakan aksi simpatik di lokasi kejadian bom, Jakarta, Minggu (28/5). liputan6.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejumlah keluarga korban bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, menggelar aksi simpatik dengan membagi-bagikan bunga mawar merah dan putih kepada pengendara serta pejalan kaki yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Trini (40), istri salah satu korban luka bernama Tasdik Saputra (42) yang kini dirawat di RS Budhi Asih Jakarta, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk saling mendukung antar-sesama keluarga korban.

"Bentuk solidaritas saja dari keluarga," tutur Trini di lokasi, Minggu (28/5).


ISIS Klaim Bom di Kampung Melayu, Polisi: Sudah Kami Duga dari Awal

Menyoal kondisi suaminya sendiri, Trini mengatakan bahwa Tasdik masih sering nyeri pada lambungnya ketika bergerak dan masih membutuhkan perawatan yang intensif.

"Kena serpihan bom di punggung jadi harus dikeluarkan juga serpihannya. Luka di lengan, kemarin dijahit 14 jahitan, di kaki 10 jahitan. Harus menjalani operasi ototendon di lengan kanan. Trauma sepertinya, belum tahu apa masih bisa naik motor setelah (operasi) nanti," ucap Trini.

Duh, Anak Bungsu Jokowi 'Minta Proyek' dan Sindir Pawai Obor!

Lebih lanjut, Trini lantas mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penyembuhan suaminya, terlebih kepada Pemprov DKI Jakarta.

Polisi: Ormas Tak Punya Kewenangan Lakukan 'Sweeping'

"Terima kasih Pak Djarot yang sudah memerhatikan penyembuhan," ungkap Trini.

Kata Mensesneg Soal Intimidasi yang Mendera Fiera Lovita

Diberitakan sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya bakal menanggung semua biaya pengobatan warga sipil korban ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Pengamat: Banding yang Diajukan Jaksa Bisa Memperberat Hukuman Ahok

Pernyataan Djarot dikemukakan usai membesuk korban yang tengah mendapat perawatan medis di RSUD Budhi Asih, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (25/5) lalu.

Cetus Polisi ke Rizieq Kalau Tidak Kembali, yang Rugi Beliau Sendiri

“Untuk sipil itu kami tanggung semua, baik di rumah sakit swasta maupun di rumah sakit pemerintah. Yang sipil semuanya Pemprov karena mereka semua korban,” tukas Djarot.

Tim Pembela Rizieq Bakal Surati Kapolri, Tujuannya Ini..

Polda Metro Jaya: Tak Masalah Beri Pengamanan untuk Habib Rizieq

Adapun, warga sipil yang menjadi korban ledakan itu tercatat ada lima orang itu, yaitu Agung (sopir Kopaja dan dirawat di RS Premier Jatinegara), Damai Sihaloho (sopir mikrolet dan dirawat di RS Hermina), Tasdik (karyawan Bank Mandiri, dirawat di RS Budhi Asih), Susi Afitriyani (mahasiswi, dirawat di RSUD Budhi Asih), dan Jihan (mahasiswi, dibawa ke RS Premier Jatinegara).

Bahas Pelaksanaan Reuni 212, Panitia Rapat dengan Pemprov DKI Jakarta

Halaman: 
Penulis : Riana