logo


Pembangunan Ekonomi Solusi Mencegah Tindakan Terorisme

Pemerintah dikatakannya harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, dan berupaya untuk menjaga kestabilan ekonomi.

29 Mei 2017 00:26 WIB

Personil Kepolisian berjaga di lokasi ledakan yang diduga bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam.
Personil Kepolisian berjaga di lokasi ledakan yang diduga bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wasekjen DPP Partai Amanat Nasional, Dipo Ilham, mengaku prihatin dan menyayangkan peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam lalu.  

Dipo mengatakan, kesenjangan sosial, serta ketimpangan ekonomi yang cukup tinggi di Indonesia menjadi pemicu tindakan radikal dan terorisme tersebut. 

“Ketimpangan ekonomi, dan kesenjangan sosial berakibat pada kemiskinan masyarakat. Sehingga dengan kondisi tersebut  seseorang bisa memilih jalan radikal, dan terorisme tanpa mempedulikan lagi jatuhnya korban tidak berdosa,” ujar Dipo dalam siaran persnya kepada Jitunews.com, Minggu (28/5).


RUU Terorisme Tak Kunjung Usai, Fadli Zon: Membuat UU Tidak Seperti Membuat Kerajinan Tangan

Menyikapi fenomena demikian, Dipo merasa perlu adanya sebuah solusi untuk meminimalisir kesenjangan sosial guna mencegah munculnya pemahaman radikalimse. Pemerintah dikatakannya harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, dan berupaya untuk menjaga kestabilan ekonomi. 

“Akar dari permasalahan ini adalah karena kemiskinan. Untuk itu perlu ada solusi seperti penyediaan lapangan pekerjaan yang lebih luas, program pembinaan usaha, atau pelatihan keterampilan, dan lain sebagainya yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” jelas Dipo. 

Kendati demikian, Fungsionaris Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini merasa bahwa dampak psikologis yang terjadi pasca peristiwa bom di Kampung Melayu tidak akan berlangsung lama. 

Untuk itu, Dipo mengimbau kepada seluruh pelaku usaha untuk tidak tetap menjalankan kegiatan ekonomi seperti biasa dan terus menjaga kerukunan.

“Kejadian tersebut Insya Allah tidak akan berdampak besar pada ekonomi Indonesia. Prinsipnya jaga kerukunan, jangan mau dipecah-belah. Kita bersatu melawan terorisme," tutup Dipo.

Perang Terhadap Radikalisme dan Terorisme Harus Menjadi Agenda Utama Negara

Halaman: 
Penulis : Riana