logo


Berikut Ini Penggunaan Obat yang Tidak Membatalkan Puasa

Perlu diketahui bahwa tidak semua obat membuat puasa batal.

28 Mei 2017 18:45 WIB

Ilustrasi obat-obatan.
Ilustrasi obat-obatan. Shutterstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tentu semua orang mendambakan tubuh yang sehat, terlebih lagi ketika sudah memasuki bulan suci Ramadan. Akan tetapi, penyakit memang sering datang menghampiri tiba-tiba dan tentu saja kita tidak dapat menolaknya. 

Lalu, apa jadinya jika kita sedang menjalankan ibadah puasa tapi diharuskan mengonsumsi obat? Perlu diketahui bahwa tidak semua obat membuat puasa batal. Yang membatalkan hanya jika obat-obatan tersebut digunakan dengan cara dimakan atau diminum, dan masuk saluran pencernaan.

Berikut ini jenis dan penggunaan obat yang tidak membatalkan puasa, seperti telah disepakati oleh ahli medis dan agama pada Seminar Medis-Religius, dengan tema 'An Islamic view of Certain Contemporary Medical Issues', di Maroko, pada tahun 1997.


Inilah Ta'jil Paling Diburu Mendekati Waktu Berbuka Puasa

Obat yang Dioleskan

Jenis obat yang masuk dalam kategori ini adalah salep, krim, plester, dan segala jenis obat yang sifatnya untuk penggunaan luar. Jenis obat yang diserap kulit tidak akan membatalkan puasa.

Obat yang Diselipkan ke Bawah Lidah

Salah satu contohnya adalah nitrogliserin untuk penanganan penyakit angina pectoris (sejenis angin duduk dan membuat dada terasa tidak nyaman).

Obat Suntik

Obat suntik diperbolehkan untuk orang yang sedang berpuasa asalkan bukan berupa suplai makanan (infus) melalui intravena, sehingga obat suntik yang diperbolehkan adalah obat yang disuntikkan pada kulit menembus otot, sendi, dan pembuluh darah.

Obat Tetes

Obat tetes juga boleh digunakan selama sedang berpuasa, seperti obat tetes mata dan telinga.

Obat Kumur

Meski masuk ke dalam mulut, penggunaan obat kumur diperbolehkan bagi pasien yang sedang berpuasa asalkan tidak sampai tertelan dan masuk ke tenggorokan.

Pemberian Gas dan Anestesi

Termasuk di dalamnya pemberian gas oksigen dan pembiusan yang dihirup melalui hidung. 

Obat yang Digunakan Melalui Vagina

Obat padat yang memang harus dimasukkan pada anus, vagina, atau uretra. Contohnya adalah obat jenis suppositoria, yang berbentuk padat seperti peluru.

Demikianlah beberapa jenis obat yang aman digunakan ketika berpuasa. Akan tetapi, hal yang lebih penting lagi, usahakan untuk selalu menjaga kesehatan selama bulan suci Ramadan, agar ibadah dapat berjalan nyaman dan lancar.

Anggaran Defisit, Iuran JKN Naik, Kemenkes: Masyarakat Miskin Jangan

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari