logo


Johan O Silalahi: Profitisasi BUMN Bisa Jadi Solusi Masa Depan Bangsa

Jokowi-JK perlu memberdayakan dan profitisasi seluruh BUMN yang ada sebagai solusi untuk menyelesaikan persoalan utang negara yang kian meningkat di tahun 2017.

28 Mei 2017 14:34 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Perhimpunan Negarawan Indonesia, Johan O Silalahi, mengatakan pemerintahan Jokowi-JK perlu memberdayakan dan profitisasi seluruh BUMN yang ada sebagai solusi untuk menyelesaikan persoalan utang negara yang kian meningkat di tahun 2017.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menilai kondisi utang Indonesia belum pada taraf yang membahayakan, meski posisi utang Indonesia per 30 April 2017 telah mencapai Rp3.667 triliun, dimana posisi utang Indonesia itu naik Rp201 triliun dibandingkan posisi Desember 2016.

"Pemerintahan Jokowi-JK perlu bekerja keras untuk menggerakkan seluruh sektor pendapatan negara yang bukan berasal dari pajak. Salah satunya adalah pemberdayaan dan profitisasi seluruh BUMN yang dimiliki bangsa Kita. Peran sentral BUMN sebagai salah satu pahlawan ekonomi bagi bangsa dan negara Kita sangat perlu dimaksimalkan," ujar Johan kepada Jitunews.com, Minggu (28/5/2017).


Meski Membengkak, Utang Indonesia Masih Cukup Aman

Profitisasi BUMN itu, dijelaskan Johan, dapat ditempuh melalui beberapa cara, diantaranya melalui pengamanan aset BUMN dari kejahatan kerah putih yang bisa mendelusi aset.

"Pemerintahan Jokowi-JK dan siapa pun yang memimpin bangsa dan negara kita ke depan, perlu ekstra waspada karena sejak era reformasi 1998 tercatat hampir seluruh BUMN Kita mengalami 'delusi aset' yang luar biasa fantastis nilainya," tuturnya.

Johan menambahkan langkah berikutnya yang perlu dilakukan pemerintahan Jokowi-JK adalah pemberdayaan dan profitisasi seluruh BUMN. Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla perlu mendukung dan mengawasi Menteri BUMN beserta seluruh jajarannya untuk 'turun gunung' selalu mendampingi dan mengawasi secara total seluruh dewan komisaris/dewan pengawas dan seluruh direksi BUMN, agar sungguh-sungguh amanah dan bekerja keras menjadi pahlawan ekonomi bagi bangsa dan negara.

"Seluruh BUMN harus mendapatkan 'sentuhan langsung' tanpa ada pengecualian. Mulai dari BUMN yang asetnya terbesar hingga yang terkecil. Mulai dari BUMN yang paling menguntungkan hingga yang paling merugikan bangsa dan negara Kita. Semuanya membutuhkan perhatian dan 'tangan dingin' Menteri BUMN Kita. Bahkan, fokus dan perhatian penuh Menteri BUMN beserta para deputinya harus lebih banyak kepada semua BUMN yang mencatat kerugian bagi negara," ujarnya.

Kemudian langkah final paska pemberdayaan dan profitisasi seluruh BUMN, pemerintah bisa menjalankan langkah privatisasi atau penjualan sebagian saham BUMN yang semuanya sudah diprofitisasi hingga layak untuk 'go public'. Profitisasi ini pun juga harus dengan ketentuan, bahwa kendali utama saham mayoritas seluruh BUMN tetap harus dikuasai oleh negara.

"Jadi, hanya sebagian saham minoritas yang bisa diprivatisasi kepada investor dalam dan luar negeri. Hasil penjualan sebagian saham BUMN Kita yang telah diprofitisasi ini, dapat digunakan untuk membayar dan melunasi utang luar negeri kita," pungkasnya.

Airlangga Sebut Esemka Bisa Gerakkan Perekonomian Daerah

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugrahenny Putri Untari