logo


Kepala BIN Sebut Bom Kampung Melayu Jadi Cara ISIS Tunjukan Eksistensi di Indonesia

Serangan teror bom di Kampung Melayu merupakan bagian dari strategi ISIS untuk menunjukkan eksistensinya setelah mendapatkan tekanan di Suriah.

28 Mei 2017 12:27 WIB

Kepala BIN Budi Gunawan.
Kepala BIN Budi Gunawan. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan mengungkapkan bahwa pelaku Bom bunuh diri di sekitar terminal Kampung Melayu, kuat dugaan dilakukan oleh kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan Kelompok ISIS.

"Hasil Identifikasi, pelaku bom bunuh diri adalah Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam alias Iwan Cibangkong, yang sebelumnya sudah dideteksi merupakan bagian dari Kelompok JAD Islamiyah Wilayah Bandung," ujarnya di Jakarta, Minggu (28/5).

Alumni Akpol 1987 ini menjelaskan bahwa serangan teror bom di Kampung Melayu merupakan bagian dari strategi ISIS untuk menunjukkan eksistensinya setelah mendapatkan tekanan di Suriah. Dalam waktu bersamaan, ISIS juga melakukan aksi di berbagai lokasi mulai dari serangan di Manchester, kemudian Marawi, Filipina selatan, dan di Kampung Melayu, Indonesia.


Mereka yang Jadi Korban Hoax Usai Insiden Bom Kampung Melayu

"Hal ini menunjukkan ISIS telah membangun jaringan secara global dan selama ini membentuk sel-sel jaringan di berbagai negara yang siap untuk dikomando melakukan serangan di berbagai tempat yang mereka targetkan. Kondisi ini semakin menguatkan gambaran ancaman terorisme bukanlah hanya merupakan permasalahan suatu negara atau kawasan saja, tapi merupakan ancaman global," jelasnya.

Budi Gunawan mengatakan, Indonesia yang menjadi salah satu negara basis pertumbuhan jaringan ISIS dan kelompok teroris lainnya, harus segera meningkatkan upaya untuk menanggulangi gerakan terorisme yang semakin membahayakan keamanan, keselamatan, keutuhan dan kedaulatan NKRI.

"Perlu upaya luar biasa (extra ordinary) untuk menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme ini," tuturnya.

Menurutnya, dalam menanggulangi gerakan terorisme ini, pemerintah telah membangun secara efektif kerja sama global dalam menghadapi ancaman terorisme, terutama terhadap upaya ekspansi jaringan ISIS ke wilayah Asia Tenggara.

"Pemerintah juga terus memperkuat kapabilitas dan kerja sama antar elemen utama lembaga yang menangani penanggulangan terorisme yaitu Polri, BIN, dan BNPT, K/L terkait dan berbagai elemen lainnya termasuk peran serta masyarakat dalam upaya melawan terorisme," pungkasnya.

Menyusup ke Taliban, Apa Tujuan BIN?

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan