logo


Kelakar Menteri Susi, Sahur dan Buka Harus Makan Ikan, Jika Tidak Ditenggelamkan

Menteri Susi menyarankan agar sahur dan berbuka puasa alangkah baiknya mengkonsumsi ikan, selain menyehatkan ikan dipercaya dapat meningkatkan kecerdasan seseorang.

27 Mei 2017 20:27 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan sidak saat kunjungan kerja di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (20/3.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan sidak saat kunjungan kerja di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (20/3. Dok. Kkp

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan yang dikenal nyentrik, Susi Pudjiastuti melontarkan guyonannya dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Ia menyarankan agar sahur dan berbuka puasa alangkah baiknya mengkonsumsi ikan, selain menyehatkan ikan dipercaya dapat meningkatkan kecerdasan seseorang.

Namun, setelah kalimat yang menyatakan hal tersebut, Menteri Susi berkelakar bahwa mereka yang tidak mengkonsumsi ikan baik saat sahur atau berbuka akan ditenggelamkannya.

"Jangan lupa menu ikan untk Sahur&Buka Puasa. Makan ikan menjadikan kita sehat, pintar. Tidak makan ikan saya tenggelamkan," demikian kicauan Menteri Susi dalam akun Twitternya @susipudjiastuti yag diamati Jitunews.com 14 jam yang lalu.


Jaga Keberlanjutan Mutiara, KKP Terus Mendorong Pemuliaan Induk

Tweet Bu Susi langsung ditanggapi beragam bagi para warga net yang menggunakan Twitter. Ada yang membalas dengan menanyakan ke Susi, bagaimana kalu ikan asin yang dikonsumsi baik pada sahur dan berbuka.

"Kalau makan ikan asin gimana bu?" tulis dhimas‏ di @dhimasrputra, yang kemudian ditimpali oleh Menteri Susi, "Sekali kali aja."

Ungkapan Susi itu rupanya memancing mantan Ketua DPR RI sekaligus politisi Partai Demokrat Marzuki Alie untuk melemparkan kritiknya. Marzuki menuliskan bahwa harga ikan saat ini tak terjangkau bagi mereka yang berpenghasilan UMR.

"Ikan sekarang sudah mahal Bu menteri. Utk penghasilan di bawah, atau gaji UMR, ikan mjd barang mahal." tulis Marzuki Alie Dr.H.‏ di @marzukialie_MA.

Hanya saja tweet Marzuki tak direspon oleh Susi, namun ada warga net lain yang menimpali Marzuki dengan menyatakan, "Iyalah pak belinya ikan arwana, coba beli ikan bawal atau mujaer kayak beli kerupuk pak murah. Bahasa politik itu mbok pada tempatnya," tulis Gombal Mukiyo‏ di @Andie_Kemosabe.

Netizen lain justru mengungkapkan bahwa dirinya untuk awal Ramadhan kali ini menjadikan ikan sebagai menu yang telah dipersiapkan.

"Alhamdulillah tadi saya makan ikan sarden bu. In sya Allah besok mau masak bandeng," ucap @dvvianjani.

Nasdem: Dokter Penolak Pasien BPJS Telah Melanggar Sumpah

Rupanya apa yang dituliskan @dvvianjani direspon kembali oleh Marzuki Alie yang menekankan bahwa pengkonsumsian bahan makanan yang diawetkan sangatlah tidak baik.

Pilpres 2019, Pertarungan Jokowi Vs Prabowo Jilid 2

"Ikan sdh diawetkan sdh gak bagus utk konsumsi," kembali tulis tulis Marzuki Alie Dr.H.‏ di @marzukialie_MA.

KPK Belum Temukan Bukti Keterlibatan Ketua BPK

Tapi ungkapan Marzuki Alie yang secara medis tersebut benar langsung ditanggapi ketus oleh teroris agama damai di‏ @bienstak. Hal yang disampaikannya cukup mengena, ia menyatakan, jika memang tidak baik lantas mengapa 10 tahun rezim SBY berkuasa tak sekalipun rezim tersebutb mengeluarkan larangan pengkonsumsian ikan yang sudah diawetkan.

Polisi Pilih Tunggu Rizieq Shihab Pulang ke Indonesia

"Sdh tahu ikan diawetkan gk bgs dikonsumsi knp msh ada yg jual? Dulu wkt berkuasa gk ngomong gini. Amnesia?" tulis teroris agama damai di‏ @bienstak mengkritik Marzuki.

Ini Sikap Jokowi Soal Penenggelaman Kapal

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah