logo


Keluarga Tidak Percaya A Terduga Jaringan Teror Bom, Mertua: Saat Kejadian Dia Sama Saya

Selama ini Dedi hanya mengetahui A mengurus bisnis karpet dan juga sering mengikuti pengajian

26 Mei 2017 17:49 WIB

Tim Gabungan kepolisian dan Densus melakukan penjagaan saat penggeledahan rumah salah satu terduga teroris terkait bom Kampung Melayu di kawasan Rancasawo, Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/5).
Tim Gabungan kepolisian dan Densus melakukan penjagaan saat penggeledahan rumah salah satu terduga teroris terkait bom Kampung Melayu di kawasan Rancasawo, Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/5). Dok. Republika.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Keluarga dari salah satu terduga jaringan pelaku bom di Kampung Melayu tidak menyangka A terlibat dalam aksi teror tersebut. Sosok A kesehariannya hanya di rumah dan tidak berperilaku yang mencurigakan.

"Kaget dan tidak percaya. Tidak pernah ada yang mencurigakan dari A. Setiap hari juga dia suka ada di rumah, belum pernah sampai berminggu-minggu meninggalkan rumah. Kalaupun ke luar kota, itu satu hari saja ke Bogor mengantar anaknya pesantren di sana," kata mertua A, Dedi Sunandi (52) di Bandung, Jumat (26/5).

Dedi juga mengatakan bahwa dirinya sedang bersama A ketika terjadi ledakan bom di Kampung Melayu, Rabu (24/5). Keduanya saat itu sedang mengobrol masalah riba.


Zulkifli Hasan: Terorisme Tak Punya Agama

"Pas malam kejadian dia sama saya di rumah ngobrol-ngobrol masalah riba dan bisnisnya. Dia malah mengingatkan saya agar jangan banyak berhutang," imbuhnya. 

Selama ini Dedi hanya mengetahui A mengurus bisnis karpet dan juga sering mengikuti pengajian, walaupun tidak mengetahui lokasi pengajian yang diikuti A.

"Saya 80 persen tidak percaya karena saya tahu kesehariannya. Nah, yang 20 persennya itu saya tidak tahu kegiatan lainnya," ujarnya.

Polri Sebut Sunardi Berstatus Tersangka Sebelum Ditangkap

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata