logo


Kuartal I 2017, Laba Bersih Pertamina Turun 25%

Direktur Pertamina, Elia Massa Manik, mengatakan meski terjadi penurunan namun pada kuartal I 2017 ini ICP mengalami kenaikan yang signifikan.

24 Mei 2017 18:48 WIB

Ilustrasi gedung Pertamina.
Ilustrasi gedung Pertamina. JITUNEWS/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM- PT Pertamina (Persero) memulai paparan kinerja dengan penurunan laba bersih yang terjadi pada kuartal I tahun 2017. Adapun penurunan laba bersih tersebut hingga 25% atau sekitar USD 0,76 miliar.

Menurut Direktur Pertamina, Elia Massa Manik, meski terjadi penurunan namun pada kuartal I 2017 ini ICP mengalami kenaikan yang signifikan.

“Kalau dulu ICP rata-ratanya USD 30,32 barel, ini mengalami peningkatan signifikan mencapai USD 51. Jadi kenaikannya hampir mencapai 69%. Dan revenue kita masih bisa tumbuh dari 8,55 billion USD ke 10,15 billion USD, ada kenaikan revenue sekitar 19%,” ujarnya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Rabu (24/5).


Proses Perawatan CPP Gundih Rampung Lebih Cepat Hemat Biaya Hingga Rp 9 Miliar

Lebih lanjut, Elia menjelaskan tingkat keuntungan menurun dari 1 billion USD ke 0,6 billion USD atau turun 25%. Penurunan laba bersih perseroan ini disebabkan karena berubahnya harga minyak yang mengalami kenaikan di kuartal I tahun 2017.

“Naiknya crude membuat laba bersih turun 25%. Namun, dengan naiknya crude tingkat kenaikan turun 1 bilo atau menurun 25%. Dan Ebitda menurun dari USD1,89 billion pada kuartal I 2016 menjadi USD2,18 billion pada kuartal I 2017 ini,” terangnya.

Sementara itu, untuk realisasi Capex di kuartal I tahun 2017 ini, mengalami peningkatan.

“Capex pada 2016 0,36 billion USD, dan pada kuartal I tahun 2017 menjadi 1,11 billion USD. Hal ini dikarenakan investasi yang dilakukan pada tahun sebelumnya dibayarkan di kuartal I tahun 2017 ini,” lanjut Elia.

Harga Minyak Mentah Volatile, Produksi Migas Pertamina Tumbuh 6%

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Ratna Wilandari