logo


Ini Kriteria Lokasi Penerima Bantuan Rehabilitasi Jaringan Irigasi

Kriteria lokasi penerima bantuan rehabilitasi adalah jaringan irigasi tersier yang terkoneksi dengan jaringan primer dan sekunder yang berfungsi baik

23 Mei 2017 14:10 WIB

Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP), Pending Dadih.
Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP), Pending Dadih. bppsdmp.pertanian.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP), Pending Dadih mengatakan bahwa dalam menyukseskan program rehabilitasi jaringan irigasi yang saat ini sedang gencar dilakukan oleh Kementerian Pertanian.

Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian sebagai pelaksana tugas, memberikan sejumlah kriteria tertentu. Pasalnya langkah ini diambil guna memetakan skala prioritas yang harus di dahulukan.

Ia kemudian menjelaskan bahwa kriteria lokasi penerima bantuan rehabilitasi adalah jaringan irigasi tersier yang terkoneksi dengan jaringan primer dan sekunder yang berfungsi baik.


Pengamat: Subsidi Pupuk Bisa Diganti Menjadi Subsidi Langsung Melalui Kartu Tani

“Bila jaringan primer dan sekundernya tidak berfungsi baik maka perbaikan jaringan tersier hanya akan membuang biaya saja. Adapun lokasinya tersebar di seluruh Indonesia terutama di lokasi yang terlayani oleh irigasi teknis,” kata Dirjen PSP Kementan, Pending Dadih, di Jakarta, Selasa (23/5).

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa kriteria lainnya adalah, minimal luas yang dilayani oleh jaringan tersebut adalah 25 Ha yang dikelola oleh Kelompok Tani dan atau Perkumpulan Petani Pengelola Air.

“Targetnya dengan adanya langkah perbaikan tersebut akan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman sekurang-kurangnya 0,5,” katanya.

Menurutnya para petani selalu berharap agar ada saluran irigasi tersier yang berfungsi baik. Harapannya adalah kebutuhan air selama 2 musim tanam bisa dipenuhi sehingga bisa panen dua kali setahun atau Indeks Pertanamannya 2. Ada total sekitar 3 juta Ha lahan yang indeks pertanamannya hanya 1,00 dan harus ditingkatkan menjadi minimal 2.

Ia menjelaskan bahwa pada sepanjang tahun 2014 jaringan irigasi tersier yang dibetulkan meliputi areal pelayanan seluas 443.836 Ha. Tahun 2015 meningkat menjadi 2.458.470 Ha, sedangkan pada tahun 2016 yang baru berlalu jumlah jaringan irigasi tersier yang direhabilitasi pemerintah meliputi 454.253 Ha.

Sudah banyak petani di Indonesia yang merasakan manfaatnya program rehabilitasi jaringan tersier ini. Komentar dan respon positif dari petani juga banyak muncul terhadap program rehabilitasi irigasi tersier ini .

Para petani di Kabupaten Aceh Selatan misalnya, petani di Kecamatan Kluet Utara sangat bersyukur jaringan irigasi tersier di daerahnya berhasil direhabilitasi dengan bantuan pemerintah. Perbaikan ini terbukti meningkatkan hasil panen dalam setahun. Sementara di Provinsi Sumatera Barat, rehabilitasi irigasi tersier tersebar di seluruh kabupaten. Contoh yang bisa dilihat adalah saluran irigasi tersier di Sicaung Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.

Jauh di ujung timur, tepatnya di Desa Jerowaru, Kecamatan Pinggarata, Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, Propinsi NTB, para petani yang tergabung dalam Poktan “Bareng Maju” juga merasakan kegembiraan yang sama dengan perbaikan jaringan irigasi yang bisa meningkatkan usaha tani padi karena sekarang sudah bisa panen setahun dua kali.

Adapun petani di Kabupaten Muko-muko Bengkulu, mendapatkan bantuan sosial perbaikan jaringan irigasi dari pemerintah pusat yaitu Ditjen PSP Kementerian Pertanian. Mereka berharap, bantuan ini dapat dilanjutkan untuk tahun depan mengingat baru sebagian saja jaringan irigasi yang direhabilitasi. Bila anggaran diteruskan tahun depan, akan makin banyak areal yang bisa panen du kali setahun.

Tak ketinggalan Petani di Kabupaten Nagan Raya Aceh, serta petani di Desa Babakan Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng juga turut merasakan manfaat dari program ini. Sementara saluran irigasi tersier yang diharapkan oleh para petani di Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan sudah terwujud meskipun belum cukup memuaskan para petani.

Tingkatkan Produksi Pertanian, Kementan Genjot Program Rehabilitasi Irigasi

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Aurora Denata