logo


Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Selama Ramadan dan Lebaran

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Pemasaran Pertamina, Muchammad Iskandar.

22 Mei 2017 15:50 WIB

Ilustrasi suasana pengisian BBM di salah satu SPBU Pertamina
Ilustrasi suasana pengisian BBM di salah satu SPBU Pertamina JITUNEWS/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa stok kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) berskala nasional akan aman selama bulan suci Ramadan maupun Hari Raya Idul Fitri 2017. Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Pemasaran Pertamina, Muchammad Iskandar.

Dalam hal ini, Iskandar mengatakan bahwa prediksi stok BBM selama musim Satgas nanti, akan berpola h-12 hari dan h+12 hari. Selama musim Satgas, pihaknya akan menjaga level yang sekarang sudah ditentukan.

"Posisi stok per tanggal 21 Mei ini, premium kita masih dalam tingkatan yang cukup tinggi 24 hari, biasanya hanya cukup 20 hari. Level inilah yang kita jaga sampai nantinya pasca lebaran. Tidak boleh turun di bawah 20 hari supaya sampai di terminal BBM terakhir di lokasi-lokasi kita itu tetap terjaga aman," ujarnya di Gedung Utama Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Senin (22/5/2017).


“Pertamina Ekspedisi Setapak” Donasikan 2039 Pasang Sepatu ke 8 Sekolah di Banten

Ia juga menjelaskan beberapa jenis BBM yang disiapkan agar stok konsumsinya tetap terjaga aman, diantaranya Pertalite 21 hari, Solar 26 hari, Pertamax 24 hari, Pertamax Turbo 22 hari, LPG 16 hari, avtur 22 hari, dan minyak tanah 66 hari. Khusus minyak tanah, volumenya relatif kecil di wilayah timur indonesia yang belum berkonversi.

Untuk jenis BBM premium, Iskandar melihat telah terjadi penurunan yang signifikan pada tahun lalu dimana konsumsi premium selama masa Satgas Hari Raya Idul Fitri 2016, turun 7 persen dibanding harian rata-rata sebelum masa Satgas.

"Ini disebabkan karena tahun lalu ada fenomena yang sangat menarik untuk customer, dimana mereka beralih ke produk yang lebih bagus khususnya ke Pertalite (naik 40 persen) dan Pertamax series (naik 30 persen)," terangnya.

Iskandar mengakui penurunan Premium ini sangat drastis, karena biasanya pelanggan meminta kuota lebih untuk premium. Konsumsi Pertalite pun sudah melewati Premium dengan konsumsi harian 54.182, sedangkan Premium 53.452 dengan persentase hampir 50-50, sedangkan di Jawa, sebagian besar sudah beralih ke Pertalite.

Di sisi lain, penurunan juga terjadi untuk kelompok solar bersubsidi sebesar 16 persen. Untuk solar nonsubsidi atau Dex Lite, mengalami peningkatan sebesar 40 persen.

"Untuk tahun 2017 ini agak berbeda sedikit dengan prediksi kita dimana prediksi kita tetap meningkat tetapi untuk Premium ini masih ada kenaikan 5 persen dibanding rata-rata harian, sedangkan Pertalite naik 15 persen, Pertamax naik 10 persen, LPG naik 8 persen. Avtur naik 6 persen, solar turun tidak terlalu signifikan dibanding tahun sebelumnya yaitu 9 persen, dengan Dex nya naik 11 persen. Kerosin atau minyak tanah subsidi akan naik sebesar 2 persen, Dex Lite akan naik 10 persen," terangnya.

"Angka tersebut merupakan angka prediksi kita dari angka rata/rata harian dari bulan Januari hingga Mei ini," imbuhnya.

Pertamina Siapkan Pasokan BBM Hingga 26 Persen di Jawa Tengah

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Nugrahenny Putri Untari