logo


ABMI: Pemerintah Perlu Mengantisipasi Terus Menurunya Harga Bawang Merah

"Petani kita sedang panen, dan hasil panennya langsung di drop ke pasar-pasar," demikian kata Juwari.

22 Mei 2017 15:28 WIB

Bawang merah.
Bawang merah. JITUNEWS/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Juwari meminta pemerintah untuk melakukan langkah antisipasi menjaga terjadinya tren penurunan harga bawang merah di sejumlah pasar tanah air.

"Kalau kita lihat saat ini ada tren penurunan harga bawang merah. Maka kami minta agar pemerintah perlu melakukan langkah antisipasi, agar tren penurunan ini tidak terus terjadi," demikian kata Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Juwari saat dihubungi Jitunews.com, Senin (22/5).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa adanya tren penurunan harga bawang merah, lebih dikarenakan pasokan pangan khususnya bawang merah cukup melimpah.

"Petani kita sedang panen, dan hasil panennya langsung di drop ke pasar-pasar," demikian katanya.

Namun, ia berharap agar siklus permintaan konsumsi masyarakat yang selalu tinggi menjelang bulan suci Ramadhan dan Idulfitri mampu menjaga tren penurunan harga bawang merah tersebut.

"Harapannya dengan tingginya permintaan konsumsi masyarakat selama bulan Ramadhan, mampu menjaga harga bawang merah agar tetap normal," ujarnya.

Seperti diketahui saat ini sedikit ada tren penurunan harga bawang merah di pasar. Dari hasil pantauan Jitunews.com, terjadi tren penurunan harga bawang merah di pasar Senen Blok III-IV Jakarta pusat.

Dimana dalam beberapa bulan belakangan ini bawang merah terus mengalami penurunan harga dari yang sebelumnya Rp 45.000 per kg, selang beberapa minggu kemudian mengalami penurunan menjadi Rp 40.000 per kg, dan saat ini harganya bertahan di angka Rp 36.700 per kg.


Pengamat: Kesuburan Tanah Memberi Kontribusi Besar pada Peningkatan Produksi Pangan

Pemerintah Fokus ke Produksi Pajale, Pengamat: Mereka Cenderung 'Menganaktirikan' Sektor Lain

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah