logo


Percepat Proyek 35.000 MW, PLN Teken 8 Kontrak Pembangkit Listrik

Delapan proyek yang sudah ditandatangani ini, diakui Sofyan memang sangat penting dan strategis untuk Indonesia.

19 Mei 2017 10:29 WIB

Ilustrasi, gedung PLN.
Ilustrasi, gedung PLN. Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT PLN (Persero) telah menandatangani 8 kontrak yang terdiri dari pembangunan pembangkit EPC (Engineering, Procurement, Construction) berjumlah 735,5 megawatt (MW) dengan biaya Rp6,28 triliun.

Untuk jaringan transmisi 150 kilo Volt (kV) sepanjang 246 kilometer sirkit (kms), menghabiskan biaya Rp299 miliar untuk membangun jaringan transmisi dari Kabupaten Tayan sampai Sekadau, Kalimantan Barat.

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, mengatakan total keseluruhan proyek yang diperuntukkan untuk mempercepat penyelesaian program 35.000 MW ini menelan biaya yang mencapai Rp7,2 triliun.


Calon Pemohon PLN di NTB Capai 11.000 Pelanggan

"Kalau untuk total biaya keseluruhan proyek ini mencapai Rp7,2 triliun," ujarnya di Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Delapan proyek yang sudah ditandatangani ini, diakui Sofyan memang sangat penting dan strategis untuk Indonesia.

"Apa yang kita tandatangani hari ini adalah bagian dari rencana ke depan yang sangat besar, yakni 35 ribu megawatt pembangkit dan 46 ribu kilometer transmisi. Sampai hari ini yang sudah ditandatangani hampir 23 ribu MW dari total 35 ribu MW, jadi masih ada 12 ribu. Insyaallah tahun ini semua selesai untuk proyek 35 ribu," terangnya.

Meskipun tidak sama besarnya jika dibandingkan dengan pembangkit-pembangkit yang ada di Jawa, Sofyan menilai masih ada manfaat besar yang akan dirasakan.

"Nilainya kalau kita bandingkan dengan pembangkit-pembangkit di Jawa tentu tidak besar, tetapi nilai bagi penduduk pulau-pulau tersebut adalah manfaat yang sangat besar yang akan dirasakan. 1-2 megawatt di pulau itu sama besarnya, sama pentingnya dengan nilai 1.000 MW di Jawa," cetusnya.

Sebagai informasi, Sebelumnya PLN telah menandatangani proyek pembangunan PLTD tersebar yakni Lot I total 10,3 mw dan Lot II total 27,2 MW. Secara keseluruhan, total proyek pembangunan PLTD yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai 772 unit atau setara dengan 443 MW.

Sementara itu, berikut ini 8 proyek yang telah ditandatangani.

Lima kontrak proyek pembangkitan sebesar 735,5 MW

1. MPP Paket 3 (PLTMG Tanjung Selor 15 MW, PLTMG Biak 15 MW, PLTMG Merauke 20 MW, PLTMG Langgur 20 MW, dan PLTMG Seram 20 MW), total 90 MW

2. MPP Paket 4 (PLTMG Maumere 40 MW, PLTMG Bima 50 MW, dan PLTMG Sumbawa 50 MW), total 140 MW

3. MPP Paket 5 (PLTMG Ambon 30 MW, PLTMG Bau-Bau 30 MW dan PLTMG Jayapura 40 MW), total 100 MW

4. PLTD tersebar Lot III, total 77,5 MW 64 lokasi

5. PLTD tersebar Lot IV, total 328 MW 60 lokasi

Dua kontrak pengadaan pembangunan transmisi 150 kV di Kalimantan Barat

1. SUTT 150 kV Tayan - Sanggau,Kalbar, total 146 KMS

2. SUTT 150 kV Sanggau - Sekadau, Kalbar, total 100 KMS

Surat Penunjukan (LOI) proyek pembangkitan sebesar 25 mw

1. MPP Nias, total 25 MW

PLN Akan Bangun Pembangkit Listrik Mini di 1.364 Desa

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Nugrahenny Putri Untari