logo


Taiwan Expo 2017 Perkenalkan Inovasi Teknologi Precision Medicine

Kegunaan precision medicine adalah supaya pemberian obat atau penanganan suatu penyakit yang diderita oleh pasien, tepat sasaran.

18 Mei 2017 20:38 WIB

President of Taiwan Joint Commission of Precision Medicine, Prof. Chang Hang, bersama Executive Director Service Industry Promotion Center TAITRA, Angela Chang, di acara Taiwan Expo 2017, yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat.
President of Taiwan Joint Commission of Precision Medicine, Prof. Chang Hang, bersama Executive Director Service Industry Promotion Center TAITRA, Angela Chang, di acara Taiwan Expo 2017, yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat. ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) memperkenalkan produk inovasi terbaru di bidang kesehatan melalui Taiwan Expo 2017, yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, dari tanggal 12-14 Mei 2017 yang lalu.

Pameran itu diikuti oleh 98 perusahaan Taiwan yang bergerak di industri kesehatan termasuk bidang pengujian genetik, instrumen pemeriksaan kesehatan, sistem implan, produk perawatan bioteknologi dan sebagainya, yang memenuhi pavilion Taiwan Healthcare.

Salah satu inovasi terbaru yang diperkenalkan, yakni metode precision medicine atau suatu pendekatan pencegahan dan pengobatan penyakit, dengan memperhatikan faktor lingkungan, gaya hidup dan gen pasien secara individu.


Gandeng Ivan Gunawan, Taiwan Kenalkan Budayanya Lewat Batik

President of Taiwan Joint Commission of Precision Medicine, Prof. Chang Hang, menjelaskan bahwa kegunaan precision medicine adalah supaya pemberian obat atau penanganan suatu penyakit yang diderita oleh pasien, tepat sasaran.

“Jadi misalnya ada dua orang yang mengidap penyakit yang sama, namun pemberian obat atau penanganannya berbeda satu sama lain. Tergantung dari kondisi tubuh, dan lain-lain,” kata Chang saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Kemudian, Chang mencontohkan perusahaan LIHPAO Life Science Co., Ltd. yang menawarkan metode analisis, diagnostik, layanan terintegrasi, hingga pengetesan gen. Dari upaya tersebut, kata dia, nantinya akan digunakan oleh tim dokter, saat menangani pasien jika terjangkit penyakit.

“Setiap gen kan berbeda, pengobatannya juga berbeda. Masing-masing gen dianalisa, diambil contoh, kedepannya akan diketahui bagaimana sifat gen tersebut. Jadi kita tepat sasaran dalam memberikan pengobatan, dan tidak menimbulkan terlalu banyak biaya,” ujar Chang.

Lebih lanjut, Chang mengingatkan bahwa saat ini banyak orang yang mengalami efek samping setelah meminum obat. Maka dengan adanya precision medicine, diharapkan hal-hal tersebut takkan terjadi lagi. Kemudian keuntungan selanjutnya, biaya pengobatan pun menjadi lebih murah.

“Ini adalah masa depan ilmu pengobatan atau kedokteran. Bukan cuma di Taiwan, di seluruh dunia ini juga sedang dikembangkan. Diharapkan Indonesia bisa bekerjasama untuk kesehatan masyarakatnya, yang akan membuat Indonesia bisa lebih maju,” tutur dia.

Soal biaya yang akan dikeluarkan jika seseorang berminat untuk menggunakan precision medicine dengan melakukan pengetesan gen, Chang pun tak menampik jika harganya memang masih cukup tinggi, yakni sekitar USD 1.000. Namun meski begitu, kata dia, hal itu akan terasa sebanding jika sudah mengidap penyakit.

“Pengetesan gen tadi memang USD 1.000. Tapi itu akan mengirit biaya pengobatan kedepannya. Misal sejak balita sudah ada pengetesan gen, jadi sudah diketahui dari awal, maka dia sudah mengirit biaya jika nanti dia terkena penyakit,” pungkasnya.

 

Sementara itu terkait dengan penyelenggaraan Taiwan Expo 2017, Executive Director Service Industry Promotion Center TAITRA, Angela Chang, mengungkapkan bahwa ini adalah kali pertama digelar di Indonesia. Sebelumnya, kegiatan ini hanya diadakan di Taiwan dan China saja.

“Ada 4 negara yang akan digelar Taiwan Expo. Indonesia merupakan proyek pertama, setelah ini akan ke Malaysia, Vietnam, dan Filipina. Di Indonesia animo masyarakat cukup tinggi ya, walaupun tidak sebesar yang diadakan di China. Di China ada seribu booth, disini hanya sekitar 100-an booth,” jelas Angela.

Pasca Taiwan Expo 2017 ini diselenggarakan, Angela menyatakan, pihaknya akan melakukan survei dan analisa terlebih dahulu, untuk mengetahui apakah kegiatan ini cukup efektif dalam memperkenalkan produk-produk Taiwan, guna mempertimbangkan diadakannya kembali event serupa selanjutnya.

“Kita akan lihat antusias dan hasil survei dari beberapa perusahaan, apakah ini efektif. Jika dianggap efektif maka kemungkinan akan digelar lagi tahun depan. Jadi kita akan data dua pihak, dari pengunjung atau masyarakat di Indonesia, serta dari supplier apakah merasa bermanfaat atau tidak,” tutup Angela.

Taiwan Pererat Kerjasama dengan Indonesia Lewat ‘Taiwan Excellence Happy Run 2017’

Halaman: 
Penulis : Riana