logo


KKP Galakan Teknologi Budidaya Lele Bioflok, Ini Kata Pengusaha

Pemanfaatan teknologi Bioflok tersebut membutuhkan faktor kedisiplinan dalam penerapan SOP di lapangan.

18 Mei 2017 18:24 WIB

Kolam budidaya lele bioflok.
Kolam budidaya lele bioflok. Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Assosiasi Pengusaha Catfish Indonesia, IImsa Hemawan, mengatakan bahwa budidaya lele bioflok sangat tidak mudah bagi para pembudidaya ikan. Pasalnya pemanfaatan teknologi Bioflok tersebut membutuhkan faktor kedisiplinan dalam penerapan SOP di lapangan.

"Pembudidaya harus disiplin dan mengerti dengan betul SOP-nya, sehingga tidak berdampak pada ikan yang sedang di budidayakan," kata IImsa Hemawan kepada Jitunews.com, Kamis (18/5).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa agar penerapan teknologi Bioflok di sektor budidaya ikan ini bisa bermanfaat dan tepat guna, maka perlu ada pendampingan yang secara berkala dilakukan oleh pemerintah kepada para pembudidaya.


Tidak Ada Diskriminasi bagi Penerima Bantuan Perikanan Budidaya

“Pendampingan teknologi harus dilakukan secara intens, dengan metode yang memungkinkan masyarakat memahami dan mengadopsi secara mudah," demikian katanya.

Namun, ia juga mengakui bahwa pemanfaatan teknologi Bioflok di sektor budidaya ikan ini memiliki prospek yang cukup bagus dalam peningkatan produksi pembudidaya ikan.

Ia menilai bahwa usaha ini lebih banyak meraup keuntungan. Menurutnya, dengan padat tebar 4.000 ekor/kolam, hanya dalam waktu 70-80 hari, sebanyak 8 buah kolam miliknya mampu memproduksi minimal 2,5 ton ikan lele konsumsi. Keuntungan yang didapat, apabila dilakukan dengan SOP yang baik dan benar bisa meningkat hingga 300% dibandingkan dengan sebelumnya.
Ia kembali meminta kepada pemerintah agar melakukan pendampingan yang maksimal kepada para pembudidaya di lapangan, dengan memberikan informasi yang akurat dan bisa langsung di laksanakan oleh nelayan pembudidaya.

Budidaya Teknologi Lele Bioflok Genjot Produktivitas Hingga Tiga Kali Lipat

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan